Tinggal 8 hari lagi umat Islam di seluruh dunia akan menyambut hari penuh keberkahan ini. Idul Adha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, namun juga momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keikhlasan, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Hari-hari menjelang Idul Adha menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh. Apalagi di dalam Islam terdapat keutamaan besar pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal ibadah pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
(HR.Bukhari)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa waktu menjelang Idul Adha bukanlah hari biasa. Inilah saat terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan juga sesama manusia.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…”
(QS. Al-Hajj: 28)
Ayat ini menunjukkan bahwa Idul Adha membawa banyak pelajaran dan manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Oleh karena itu, menjelang hari raya kurban, sudah sepatutnya kita mulai mempersiapkan hati, bukan hanya sekedar persiapan materi.
adalah dengan memperbanyak istighfar dan taubat. Manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Bisa jadi selama ini kita masih lalai dalam beribadah, kurang bersyukur, atau bahkan sering menyakiti hati orang lain. Maka, delapan hari menuju Idul Adha dapat menjadi awal untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.
Selain itu, memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Tidak harus menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah.
Idul Adha juga mengajarkan makna pengorbanan dan keikhlasan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya, beliau tetap taat menjalankan perintah Allah. Kisah ini menjadi bukti bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala galanya.
Allah SWT berfirman:
Maka ketika anak itu sampai pada umurnya mampu berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka berpikirlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan menjumpaiku termasuk orang yang sabar.’”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Dari kisah tersebut, kita belajar bahwa Idul Adha bukan hanya tentang hewan kurban, tetapi tentang bagaimana kita rela mengorbankan ego, kesombongan, dan sifat buruk dalam diri.
Menjelang Idul Adha, mari mulai memperbaiki hubungan dengan keluarga, meminta maaf kepada orang tua, mempererat silaturahmi, dan membantu mereka yang membutuhkan. Jangan sampai hari raya tiba, tapi hati kita masih dipenuhi rasa iri, dendam, dan kebencian.
Bagi yang Allah mampukan untuk berkurban, niatkan ibadah tersebut semata-mata karena Allah SWT, bukan karena gengsi atau ingin memuji manusia. Sebab Allah menilai ketakwaan, bukan besar kecilnya hewan kurban.
Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
(QS. Al-Hajj : 37)
Ayat ini mengingatkan bahwa inti dari kurban adalah keikhlasan hati dan ketakwaan kepada Allah.
Delapan hari menuju Idul Adha masih menjadi waktu yang sangat cukup untuk berubah menjadi lebih baik. Dimulai dari hal kecil: memperbaiki shalat, menjaga lisan, memperbanyak doa, dan membantu sesama. Semoga ketika Idul Adha tiba, kita bukan hanya merayakan hari raya, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, melapangkan rezeki untuk berkurban, dan menjadikan Idul Adha tahun ini penuh keberkahan. Aamiin.
Mari hadirkan kebahagiaan hingga pelosok negeri melalui program kurban yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
– Hewan kurban berkualitas dan sesuai syariat
– Penyaluran hingga daerah minim pekurban
– Laporan transparan dan terpercaya
Konfirmasi CS BAZNAS :
081111112807
Mari jadikan Idul Adha tahun ini lebih bermakna. Karena kurban bukan soal kemewahan, tapi soal keikhlasan, kepedulian, dan cinta kepada sesama.