Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk kembali menikmati bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam kita panjatkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta umatnya yang istiqamah dalam ketaatan hingga hari kiamat.
Saudara-saudari seiman, bulan Ramadhan hampir mencapai penghujungnya. Di antara malam-malam terakhir yang istimewa, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang penuh rahmat, di mana doa dikabulkan, dosa diampuni, dan pahala dilipatgandakan.
Namun, bagaimana kita bisa mengetahui apakah malam ini adalah Lailatul Qadar? Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga tanda utama yang dijelaskan dalam hadits dan pendapat ulama, sehingga kita bisa lebih peka dalam mengenali kehadiran malam yang mulia ini.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar 2025: Jangan Sampai Kelewatan, Ini Tanda & Waktu Mustajabnya!
Salah satu tanda utama Lailatul Qadar adalah suasana malam yang penuh dengan ketenangan dan kedamaian.
Dalam Surah Al-Qadr ayat 4-5, Allah SWT berfirman:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4-5)
Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT memenuhi bumi dengan kesejahteraan dan keberkahan. Malaikat turun membawa rahmat, sehingga malam tersebut terasa lebih tenteram dibanding malam lainnya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada pagi harinya bersinar lemah berwarna kemerahan.” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Ciri-ciri ini dapat kita rasakan secara langsung. Jika kita mendapati malam dengan suasana yang luar biasa tenang, hati terasa damai, serta cuaca sejuk tanpa ada angin kencang atau hujan deras, maka besar kemungkinan malam tersebut adalah Lailatul Qadar.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025 Bakal Padat? Ini Prediksi Jalur Macet dan Alternatifnya!
Salah satu tanda yang bisa diamati setelah malam Lailatul Qadar adalah keadaan matahari yang terbit keesokan harinya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keesokan harinya, matahari akan terbit dalam keadaan putih bersih, tidak memiliki sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa matahari pada pagi setelah Lailatul Qadar tampak berbeda dari biasanya. Cahayanya lembut, tidak menyilaukan, dan langit terlihat bersih tanpa mendung atau kabut tebal.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa perbedaan ini terjadi karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut. Mereka menutup sinar matahari secara langsung, sehingga pancaran cahayanya menjadi lebih redup dan tidak menyengat.
Jika kita melihat matahari pada pagi hari tampak berbeda seperti yang dijelaskan dalam hadits ini, maka besar kemungkinan malam sebelumnya adalah Lailatul Qadar.
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi ﷺ bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, pada malam-malam ganjil.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 adalah waktu yang paling potensial untuk terjadi Lailatul Qadar. Oleh karena itu, kita sebaiknya meningkatkan ibadah pada malam-malam tersebut agar tidak melewatkan keutamaannya.
Jika kita ingin mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa amalan utama, di antaranya:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang menegakkan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Para ulama menyebutkan bahwa membaca Al-Qur’an pada malam ini mendapatkan pahala berlipat ganda.
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah ﷺ adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘anni.”
(Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku). (HR. Tirmidzi)
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bersedekah. Dalam hadits disebutkan: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Tiga tanda utama yang bisa kita perhatikan adalah:
Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti kapan malam ini terjadi, kita dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Salah satu bentuk amal terbaik di bulan ini adalah bersedekah dan menunaikan zakat. Dengan bersedekah, kita tidak hanya membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, tetapi juga meraih pahala berlipat ganda di malam yang lebih baik dari seribu bulan.
💛 Mari sisihkan sebagian rezeki kita untuk berbagi kebahagiaan!
Klik link berikut untuk berdonasi melalui BAZNAS Kota Sukabumi:
➡️ DONASI SEKARANG
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Aamiin. 🤲