Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba dalam kebaikan dan persiapan menyambut hari raya. Namun, di tengah suasana ibadah yang khusyuk, sebuah musibah besar mengguncang masyarakat Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pada tanggal 26 Maret 2025, kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Sebuah mobil Daihatsu Sigra berisi tujuh orang tertabrak oleh Kereta Api (KA) Batara Kresna, menyebabkan empat orang meninggal dunia di tempat dan tiga lainnya luka-luka.
Sumber: Regional Kompas
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Grogol! Apa Penyebabnya & Bagaimana Cara Mencegah Musibah Serupa?
Kecelakaan ini kembali menyoroti betapa pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api yang masih banyak tidak memiliki palang pintu otomatis. Lalu, bagaimana kronologi kecelakaan ini? Apa penyebabnya? Dan bagaimana kita bisa mencegah musibah serupa terjadi di masa depan?
Mari kita ulas lebih lanjut.
Menurut laporan resmi dari Kepolisian Sukoharjo, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, KA Batara Kresna yang melaju dari arah Wonogiri menuju Solo menabrak mobil Daihatsu Sigra berwarna putih dengan nomor polisi B 2883 BYJ. Mobil tersebut tengah melintas di perlintasan sebidang yang diduga tidak dijaga dengan baik oleh petugas palang pintu.
Seorang saksi mata, Darmanto (45), yang berada di lokasi kejadian, menceritakan detik-detik kecelakaan.
“Saya sempat teriak saat melihat mobil itu tetap melaju, padahal kereta sudah sangat dekat. Tapi sepertinya mereka tidak mendengar klakson kereta. Dalam hitungan detik, kereta menghantam mobil dan menyeretnya jauh ke depan. Sangat mengerikan.”
Akibat benturan keras, mobil tersebut terseret sejauh 20 meter dari lokasi tabrakan. Empat penumpang dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Beli Tiket Kereta Api untuk Mudik? Begini Cara Dapat Kursi Murah & Anti Kehabisan!
Menurut investigasi awal, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan ini:
“Sering kejadian hampir tertabrak di sini, karena kalau siang suara klakson kereta kadang kalah dengan suara kendaraan lain. Saya harap pemerintah segera memasang palang pintu otomatis.”
Di bulan suci ini, umat Islam tidak hanya diajak untuk memperbanyak ibadah, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kepedulian sosial. Kecelakaan yang menimpa saudara-saudara kita di Sukoharjo ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
Selain itu, peristiwa ini juga mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan menolong sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi musibah.
Seorang keluarga korban, Haryati (50), dengan suara bergetar mengatakan:
“Saya kehilangan anak dan menantu dalam kecelakaan ini. Mereka sedang dalam perjalanan mudik. Saya hanya bisa pasrah dan berharap ada yang bisa membantu anak-anak mereka yang masih kecil.”
Bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bagi mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: Gempa Bumi Pangandaran Terkini! Berapa Magnitudonya & Ada Potensi Tsunami?
Sebagai lembaga amil zakat resmi, BAZNAS Kota Sukabumi mengajak seluruh umat Islam untuk membantu keluarga korban kecelakaan dan masyarakat lain yang membutuhkan melalui zakat dan sedekah.
Dengan menyalurkan zakat di BAZNAS Kota Sukabumi, Anda bisa berkontribusi dalam:
✔ Bantuan untuk keluarga korban kecelakaan dan bencana lainnya
✔ Program santunan anak yatim dan dhuafa
✔ Pembangunan fasilitas umum yang lebih aman dan layak
Bersama kita bisa membantu sesama dan membuat Ramadhan ini lebih berarti!
Tragedi kecelakaan di Sukoharjo menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di perlintasan kereta api. Tidak hanya itu, kejadian ini juga mengajak kita untuk lebih peduli dan berbagi di bulan Ramadhan ini.
👉 Mari tingkatkan kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
💙 Jadikan Ramadhan lebih bermakna dengan berbagi kepada sesama!