Cara Melafalkan Niat Puasa dengan Benar
Agar niat puasa diterima dan sah menurut syariat, perhatikan beberapa hal penting berikut:
-
Waktu Pelafalan
Ucapkan sebelum fajar. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasanya.” (HR.Abu Daud) -
Disertai Kesadaran
Tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus disertai kesadaran penuh dan pemahaman maknanya. Hindari membaca dalam keadaan gelisah atau tergesa-gesa. -
Bahasa yang Digunakan
Lafal Arab lebih utama, namun dapat menggunakan bahasa Indonesia selama maknanya sama dan diniatkan karena Allah SWT.
Contoh: “Aku niat berpuasa esok hari di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.” -
Pengucapan yang Jelas
Bacalah dengan tenang dan jelas agar maknanya tidak berubah. -
Konsistensi
Lakukan setiap malam selama Ramadhan. Meskipun sebagian ulama mebolehkan satu niat untuk sebulan penuh, Mazhab Syafi’i mempersiapkan memperbarui setiap malam demi kehati-hatian.

