Peggy Melati Sukma adalah salah satu figur publik Indonesia yang mengalami transformasi luar biasa dalam hidupnya. Dari seorang artis ternama di era 1990-an hingga awal 2000-an, kini ia menjadi sosok yang aktif dalam dunia dakwah dan sosial. Perjalanannya meninggalkan gemerlap dunia hiburan demi mencari makna hidup yang lebih mendalam adalah inspirasi bagi banyak orang.
Sumber: Kompas.com
Namun, yang lebih menarik dari hijrah Peggy bukan sekadar perubahan penampilan atau gaya hidupnya, melainkan bagaimana ia memahami konsep keberkahan dalam rezeki. Kini, ia lebih memilih menjadi seorang muzaki yang aktif menyalurkan hartanya untuk kebaikan umat melalui zakat, infaq, dan sedekah. Lantas, bagaimana perjalanan hijrah Peggy Melati Sukma? Dan apa pesan yang bisa kita petik dari kisahnya? Simak ulasannya berikut ini!
Siapa yang tak kenal Peggy Melati Sukma? Nama dan wajahnya begitu familiar bagi masyarakat Indonesia, terutama di era 1990-an. Ia memulai kariernya di dunia hiburan sebagai model dan kemudian beralih menjadi aktris sinetron. Perannya dalam sinetron legendaris Gerhana membuat namanya semakin dikenal luas. Catchphrase “pusing!” yang ia populerkan masih diingat oleh banyak orang hingga kini.
Di luar dunia akting, Peggy juga aktif sebagai presenter dan pengusaha. Keberhasilannya dalam dunia hiburan dan bisnis membuatnya memiliki kehidupan yang mapan secara materi. Namun, di balik kesuksesan tersebut, ia merasakan kekosongan batin yang membuatnya mulai mempertanyakan tujuan hidupnya.
Pada tahun 2015, Peggy Melati Sukma mengambil keputusan besar: meninggalkan dunia hiburan dan memulai perjalanan hijrahnya. Perubahan ini bukanlah keputusan yang mudah. Sebagai seorang figur publik yang telah memiliki nama besar, keputusannya tentu menjadi perbincangan banyak orang.
Namun, Peggy berpegang teguh pada keyakinannya. Ia mulai mendalami ilmu agama, mengubah penampilannya dengan mengenakan hijab dan cadar, serta aktif dalam kegiatan keislaman. Sejak saat itu, ia lebih dikenal sebagai seorang dai’ah yang mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Allah dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh.
Baca juga: THR Ojol Grab 2025: Cuma Numpang Lewat atau Jadi Ladang Pahala?
Salah satu aspek penting dalam hijrah Peggy Melati Sukma adalah pemahamannya tentang rezeki. Jika sebelumnya ia melihat harta sebagai hasil kerja keras semata, kini ia memahami bahwa keberkahan dalam rezeki jauh lebih utama daripada sekadar jumlahnya.
Sumber: Gelora News
Muzaki adalah seseorang yang memiliki kelebihan harta dan secara sadar menunaikan zakatnya sesuai ketentuan syariat Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah: 103)
Sebagai seorang muzaki, Peggy Melati Sukma kini aktif menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. Ia memahami bahwa dengan berbagi, ia tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Keutamaan Infaq di Bulan Ramadhan
Setelah berhijrah, Peggy mendirikan berbagai program sosial untuk membantu kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan. Ia terlibat dalam banyak kegiatan amal dan sering kali bekerja sama dengan lembaga zakat terpercaya untuk menyalurkan donasi. Salah satu fokusnya adalah pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam agar mereka bisa keluar dari kemiskinan.
Banyak kisah inspiratif dari para muzaki yang menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi bagi masalah sosial. Dengan berzakat, kita bisa membantu anak-anak mendapatkan pendidikan, memberikan akses kesehatan bagi yang kurang mampu, dan bahkan membantu pemberdayaan ekonomi agar mereka bisa mandiri.
Baca juga: Cara Menghitung dan Membayar Zakat Fitrah dengan Benar
Perjalanan Peggy Melati Sukma dari panggung hiburan ke panggung keberkahan sebagai seorang muzaki adalah contoh nyata bahwa rezeki yang berkah jauh lebih berarti daripada sekadar jumlah harta yang melimpah. Hijrah bukan hanya soal meninggalkan sesuatu, tetapi juga menemukan makna baru dalam hidup.
Melalui zakat, infaq, dan sedekah, Peggy menunjukkan bahwa harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, tetapi ada hak orang lain di dalamnya. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan dan memberkahi harta kita sendiri.
Kisah Peggy Melati Sukma adalah pengingat bahwa harta yang kita miliki bisa menjadi ladang pahala jika disalurkan dengan benar. Salah satu cara terbaik untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah adalah melalui lembaga yang terpercaya seperti BAZNAS Kota Sukabumi.
✅ Kenapa Harus Melalui BAZNAS?
Mari bersama-sama berbagi keberkahan seperti yang dilakukan oleh Peggy Melati Sukma.
💛 Klik link berikut untuk berdonasi sekarang: BAZNAS Kota Sukabumi atau transfer ke rekening resmi BAZNAS Kota Sukabumi.
🛒 Membayar ZIS Melalui Shopee: Klik di sini 🛍️ Melalui Blibli: Klik di sini
Jangan tunda kebaikan, karena keberkahan rezeki datang dari seberapa besar kita mau berbagi. Semoga kita semua dimudahkan dalam menjalankan kebaikan ini. Aamiin! 🙏