Puasa tanpa sahur tetap sah, tapi rugi besar keberkahannya. Ketahui hukum, dalil, dan manfaat sahur menurut Islam agar puasamu makin sempurna.
Puasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang mengajarkan umat Muslim untuk menahan hawa nafsu, lapar, dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selain menahan diri dari makan dan minum, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian emosi. Biasanya, puasa diawali dengan makan sahur — sebuah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Namun, muncul pertanyaan: bagaimana jika seseorang berpuasa tanpa sahur? Apakah puasanya tetap sah dan diterima oleh Allah SWT?
Pertanyaan ini cukup sering muncul di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang tertidur hingga melewati waktu sahur. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami kedudukan sahur dalam Islam, pandangan para ulama, serta hikmah dan manfaat dari melaksanakannya.
Dalam ajaran Islam, sahur bukanlah syarat sahnya puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, jika seseorang tidak sempat sahur, puasanya tetap sah selama ia berniat berpuasa sebelum fajar. Meski demikian, sangat disayangkan jika kesempatan sahur dilewatkan, karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Hadis ini menegaskan bahwa sahur adalah waktu penuh keberkahan yang sebaiknya tidak ditinggalkan. Bahkan, meskipun hanya meneguk air, seseorang sudah dianggap melaksanakan sunnah sahur.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.”
Ayat ini menunjukkan bahwa waktu sahur adalah batas akhir untuk makan dan minum sebelum dimulainya puasa. Namun, tidak ada satu ayat pun yang menyebut bahwa sahur menjadi syarat wajib. Maka, puasa tanpa sahur tetap sah, selama seseorang telah meniatkannya di malam hari sebelum fajar menyingsing.
Para ulama dari empat mazhab besar sepakat bahwa puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi orang yang meninggalkannya akan kehilangan keberkahan. Berikut penjelasannya:
Mazhab Syafi’i dan Hambali
Dalam pandangan kedua mazhab ini, sahur merupakan sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dan para sahabat tidak pernah meninggalkan sahur. Orang yang tidak sahur tetap sah puasanya, tetapi ia kehilangan keutamaan besar yang terkandung di dalamnya.
Mazhab Hanafi
Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa sahur adalah sunnah dan sangat baik untuk menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa. Puasa tanpa sahur tetap sah, tetapi bisa menyebabkan seseorang lebih cepat lelah dan haus di siang hari.
Mazhab Maliki
Ulama Mazhab Maliki juga menegaskan bahwa sahur bukan bagian dari rukun atau syarat puasa. Namun, mereka menekankan pentingnya sahur karena mengandung hikmah besar, baik secara fisik maupun spiritual.
Pendapat Ulama Kontemporer
Ulama modern seperti Syaikh Ibn Utsaimin dan Syaikh Bin Baz menyatakan bahwa tidak sahur tidak membatalkan puasa, karena inti puasa terletak pada niat menahan diri sejak terbit fajar. Namun, sahur tetap dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Walaupun boleh berpuasa tanpa sahur, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakannya. Sahur memiliki manfaat besar yang mencakup aspek spiritual, kesehatan, dan sosial:
Mendapat Keberkahan dari Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda bahwa sahur adalah waktu penuh berkah. Dengan melaksanakannya, seseorang tidak hanya mendapatkan kekuatan fisik, tetapi juga keberkahan dalam amal, rezeki, dan ibadahnya.
Menjaga Stamina dan Energi Selama Puasa
Sahur memberikan asupan energi agar tubuh mampu bertahan seharian tanpa makan dan minum. Mereka yang melewatkan sahur sering kali merasa lemas lebih cepat dan kesulitan menjalankan aktivitas.
Mengurangi Rasa Lapar dan Haus
Makanan yang dikonsumsi saat sahur membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan dan energi, sehingga rasa lapar dan haus lebih terkendali sepanjang hari.
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan sahur berarti meneladani kebiasaan Rasulullah SAW. Dalam Islam, mengikuti sunnah bukan sekadar tindakan ritual, tetapi juga cara untuk memperkuat cinta kepada Nabi dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Membiasakan Diri Bangun di Waktu Fajar
Dengan melaksanakan sahur, seseorang terbiasa bangun di waktu malam menjelang subuh. Waktu ini sangat istimewa karena menjadi saat dikabulkannya doa dan kesempatan melaksanakan ibadah tambahan seperti tahajud dan istighfar.
Bagi yang sulit makan di waktu sahur, jangan khawatir. Rasulullah SAW menganjurkan untuk tetap melaksanakan sahur walau hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. Ini menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Dengan melakukan sahur walau sedikit, seseorang tetap mendapatkan keberkahan dan pahala sunnah.
Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Puasa tanpa sahur tetap sah selama niat telah dilakukan sebelum fajar. Namun, seseorang yang melewatkannya kehilangan keberkahan besar yang dijanjikan Rasulullah SAW.
Sahur bukan hanya soal makan dan minum sebelum berpuasa, tetapi juga waktu spiritual yang penuh berkah. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk berdoa, berdzikir, serta memperkuat niat dan semangat dalam menjalankan ibadah puasa.
Karena itu, meskipun seseorang boleh berpuasa tanpa sahur, lebih baik tetap melakukannya, walau hanya dengan air putih. Dengan sahur, puasa menjadi lebih ringan dijalankan dan penuh keberkahan dari Allah SWT.
Kamu dapat menyalurkan fidyah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Sukabumi , yang menyalurkan fidyah, zakat, dan infak dengan amanah dan tepat sasaran. Semoga dengan menunaikan fidyah dengan benar, ibadah kita diterima Allah SWT dan menjadi jalan menuju keberkahan, ampunan, serta ridha-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Untuk referensi bacaan singkat lainnya mengenai Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam melalui BAZNAS Kota Sukabumi dengan tema Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur : Ini Jawaban Menurut Islam
