Putus Sekolah Bukan Lagi Pilihan: Rahasia BAZNAS Mengubah Zakat Jadi Beasiswa Masa Depan
Bagi sebagian keluarga dhuafa, biaya pendidikan bukan sekadar angka. Seragam, buku, transportasi, uang sekolah, hingga biaya kuliah dapat menjadi beban yang membuat anak harus menghadapi pilihan sulit: melanjutkan pendidikan atau membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Padahal, pendidikan adalah salah satu jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, zakat dapat memiliki peran yang lebih luas ketika dikelola untuk membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
BAZNAS melalui berbagai program pendidikan dan beasiswa berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar. BAZNAS sendiri menyebut pendidikan sebagai salah satu jalan nyata untuk membantu memutus rantai kemiskinan.
Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Semangat berbagi dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan membantu kebutuhan hari ini, tetapi juga menghadirkan kesempatan agar seseorang dapat memperbaiki kehidupannya.
Anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi yang sama untuk menjadi guru, dokter, pengusaha, ilmuwan, atau pemimpin. Yang sering menjadi pembeda adalah kesempatan.
Ketika zakat membantu biaya pendidikan, yang diberikan bukan hanya uang. Ada kesempatan untuk belajar, berkembang, memperoleh keterampilan, dan membangun masa depan yang lebih baik.

BAZNAS memiliki berbagai program pendidikan, termasuk Beasiswa Cendekia BAZNAS, Sekolah Cendekia BAZNAS, beasiswa khusus, beasiswa riset, dan beasiswa santri. Program tersebut menyasar penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Inilah salah satu hal penting dalam pemberdayaan pendidikan. Dukungan pendidikan tidak selalu berhenti pada pembayaran biaya kuliah atau kebutuhan sekolah.
Pada program Beasiswa Cendekia BAZNAS, misalnya, bantuan pendidikan juga diarahkan pada pengembangan diri mahasiswa. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa D4/S1 dari keluarga kurang mampu, dengan dukungan biaya pendidikan dan pengembangan kapasitas.
Pendidikan yang didukung zakat diharapkan dapat melahirkan generasi yang bukan hanya menyelesaikan sekolah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi kepada masyarakat.
Dengan demikian, zakat menjadi bagian dari proses panjang:
zakat → beasiswa → pendidikan → keterampilan → kemandirian → masa depan.
Ketika seorang anak mendapatkan beasiswa, dampaknya bisa meluas hingga keluarganya.
Seorang mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, membangun usaha, atau menciptakan kontribusi sosial. Pada akhirnya, perubahan tersebut dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
BAZNAS menegaskan pentingnya pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan. Pada April 2026, Menteri Agama juga meminta BAZNAS memperkuat program beasiswa bagi mustahik dengan alasan bahwa kemiskinan bukan hanya berkaitan dengan kekurangan materi, tetapi juga keterbatasan ilmu.
Inilah alasan zakat untuk pendidikan memiliki dampak yang sangat penting. Bantuan hari ini dapat menjadi modal pengetahuan untuk kehidupan bertahun-tahun ke depan.
Bayangkan seorang siswa yang hampir berhenti sekolah karena orang tuanya tidak mampu membayar kebutuhan pendidikan.
Kemudian datang bantuan beasiswa.
Ia tetap bersekolah. Ia lulus. Ia melanjutkan pendidikan. Ia memperoleh pekerjaan atau membangun usaha. Penghasilannya membantu keluarga. Bahkan suatu hari, ia mungkin menjadi orang yang menunaikan zakat dan membantu pendidikan anak lainnya.
Inilah kekuatan zakat. Manfaatnya tidak selalu terlihat dalam satu hari. Kadang, dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian.
BAZNAS juga terus memperluas akses pendidikan. Pada Juli 2026, BAZNAS memberikan beasiswa kepada santri dari keluarga kurang mampu dan menegaskan komitmen untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa harta yang dibagikan untuk kebaikan bukanlah sebuah kerugian. Ketika sebagian harta kita menjadi biaya pendidikan seorang anak, yang tumbuh bukan hanya ilmu, tetapi juga harapan.
Kita mungkin tidak mampu membiayai pendidikan semua anak secara pribadi. Namun, melalui zakat yang dikelola bersama, kontribusi kita dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih luas.
Jangan biarkan keterbatasan ekonomi menentukan masa depan seorang anak.
Jika kewajiban zakat telah terpenuhi, mari lanjutkan semangat berbagi melalui infak dan sedekah untuk mendukung pendidikan mereka yang membutuhkan.
Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Karena di balik satu beasiswa, ada seorang anak yang kembali berani bermimpi.
Hari ini kita membantu biaya pendidikannya. Esok, mungkin ia yang membantu kehidupan keluarganya.
Zakat kita hari ini, pendidikan mereka untuk masa depan.
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :