BAZNAS
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Kemanusiaan
    • Kesehatan
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Dakwah
  • ZAKAT
  • INFAK
  • FIDYAH
BAZNAS
  • Infak
  • Zakat
  • Fidyah
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Bantuan Sosial
    • Tunaikan Sedekah Terbaikmu Hari Ini

5 Fakta Mengejutkan tentang Kemiskinan yang Sering Kita Abaikan

20 Aug 2026
Artikel
5 Fakta Mengejutkan tentang Kemiskinan yang Sering Kita Abaikan

5 Fakta Mengejutkan tentang Kemiskinan yang Sering Kita Abaikan

Kemiskinan sering kali hanya terlihat sebagai angka dalam laporan. Padahal, di balik angka tersebut ada keluarga yang sedang berjuang membeli makanan, anak yang membutuhkan pendidikan, pedagang kecil yang mempertahankan usahanya, dan orang-orang yang berusaha bertahan di tengah keterbatasan.

Menurut Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2025, masih terdapat 23,36 juta penduduk miskin di Indonesia berdasarkan garis kemiskinan nasional pada September 2025. Laporan yang sama menunjukkan bahwa program zakat secara nasional telah menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai bidang.

Karena itu, kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi. Ia adalah persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian dan tindakan bersama.

1. Kemiskinan Tidak Selalu Terlihat

Ada Kemiskinan di Sekitar Kita

Tidak semua orang miskin hidup di jalanan atau terlihat meminta bantuan.

Ada keluarga yang masih memiliki rumah, tetapi kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Ada pekerja yang memiliki penghasilan, tetapi penghasilannya habis untuk kebutuhan dasar. Ada pula pelaku usaha kecil yang tampak baik-baik saja, padahal modalnya terus tergerus.

Jangan Menilai dari Apa yang Terlihat

Kemiskinan sering tersembunyi di balik kehidupan yang tampak normal.

Karena itu, kepedulian sosial tidak boleh hanya muncul ketika kita melihat seseorang meminta bantuan. Kita juga perlu memahami bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga dapat berbeda.

2. Kemiskinan Bukan Hanya Soal Tidak Punya Uang

Kemiskinan dapat berkaitan dengan terbatasnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan layak, modal usaha, dan kesempatan untuk berkembang.

Ketika seseorang tidak memiliki akses tersebut, kemiskinan dapat menjadi lingkaran yang sulit diputus.

Bantuan Saja Tidak Selalu Cukup

Bantuan untuk kebutuhan dasar tetap penting, terutama ketika seseorang berada dalam kondisi mendesak. Namun, dalam jangka panjang, pemberdayaan juga dibutuhkan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

BAZNAS menjelaskan bahwa zakat dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kemandirian.

3. Zakat Adalah Bentuk Kepedulian yang Memiliki Sasaran

Islam memberikan perhatian besar kepada kelompok yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah: 60)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki sasaran yang jelas. Fakir dan miskin termasuk golongan yang secara tegas disebut sebagai penerima zakat.

Zakat Tidak Berhenti pada Pemberian

5 Fakta Mengejutkan tentang Kemiskinan yang Sering Kita Abaikan
BAZNAS Kota Sukabumi

Ketika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi instrumen untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.

BAZNAS menyebut pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu pendekatan agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki peluang untuk membangun kemandirian.

4. Satu Zakat Bisa Memiliki Dampak Panjang

Bayangkan seorang pedagang kecil yang tidak memiliki modal cukup untuk mempertahankan usahanya.

Bantuan yang tepat dapat menjadi titik awal untuk kembali berdagang. Jika kemudian disertai pelatihan dan pendampingan, manfaatnya dapat berkembang menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.

Dari Mustahik Menuju Kemandirian

Inilah mengapa zakat tidak seharusnya hanya dipandang sebagai nominal yang berpindah tangan.

Di baliknya ada peluang untuk menghadirkan perubahan.

Data BAZNAS menunjukkan bahwa pengelolaan zakat nasional sepanjang 2025 tercatat berkontribusi terhadap pengentasan 302.994 jiwa dari kemiskinan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat memiliki dampak sosial ketika dikelola secara terarah.

5. Kemiskinan Bukan Alasan untuk Berhenti Berharap

Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang Muslim, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa membantu meringankan kesulitan orang lain merupakan bentuk kebaikan yang bernilai besar.

Saatnya Kepedulian Menjadi Aksi

Kita mungkin tidak mampu mengentaskan kemiskinan seorang diri.

Namun, kita bisa mengambil bagian.

Zakat yang kita tunaikan melalui lembaga pengelola zakat dapat menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung program pemberdayaan. BAZNAS saat ini juga memiliki berbagai program prioritas yang mencakup penanganan kemiskinan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Mari Jangan Hanya Melihat, Mari Membantu

Kemiskinan bukan sekadar angka.

Di baliknya ada kehidupan yang sedang diperjuangkan.

Ada orang tua yang ingin anaknya tetap sekolah. Ada pedagang yang ingin mempertahankan usahanya. Ada keluarga yang hanya membutuhkan kesempatan untuk kembali berdiri.

Zakat Kita, Harapan Mereka

Jika hari ini kita memiliki kemampuan untuk berbagi, jangan biarkan kesempatan itu berlalu.

Tunaikan zakat melalui BAZNAS dan dukung upaya pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, satu zakat mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bagi seseorang yang sedang berjuang, ia dapat menjadi awal dari sebuah perubahan besar.

Jangan hanya melihat kemiskinan. Mari menjadi bagian dari jalan keluarnya.

https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi ZIS: 081111112807

Artikel Lainnya :

Artikel BAZNAS Kota Sukabumi
Share

Baca Juga

Artikel
Klik, Bayar, Berdampak: Revolusi Zakat Digital BAZNAS di Tengah Generasi Serba Digital
20 Aug 2026
Artikel
Dampak Judi Online terhadap Ekonomi Keluarga: Bisakah Zakat Menjadi Jalan Pemulihan?
20 Aug 2026
Artikel
Seberapa Jauh Zakat Bisa Menolong di Tengah Tekanan Ekonomi?
20 Aug 2026
Artikel
Harga Naik, PHK Mengintai: Bisakah Zakat Menjadi Jalan Keluar?
20 Aug 2026
Artikel
Kita Hanya Melihat Nominalnya, Tapi Tidak Melihat Apa yang Terjadi Setelahnya
20 Aug 2026
Artikel
Lebih dari Sekadar Zakat: Perjalanan BAZNAS Membangun Masyarakat yang Sehat, Mandiri, dan Sejahtera
20 Aug 2026
BAZNAS Gedung Islamik Center, Jl. Veteran II No.2, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111
(0266) 6245222

Kenali Kami

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

Layanan

  • Rekening Zakat
  • Konfirmasi Donasi
  • Kalkulator
  • Channel Pembayaran
  • Jemput Zakat

Donasi

  • Program
  • Zakat
  • Infak
  • Fidyah

Ikuti Kami

  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
© 2026 - Baznas Kota Sukabumi