81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Apakah Kita Sudah Merdeka dari Sikap Tidak Peduli?
Setiap tanggal 17 Agustus, Indonesia seolah memiliki cara yang sama untuk mengingat kemerdekaan. Bendera merah putih dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, upacara dilaksanakan, dan berbagai perlombaan digelar. Kita merayakan 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.
Namun, tahun ini ada pemandangan yang membuat makna kemerdekaan terasa berbeda.
Ketika sebagian masyarakat menikmati perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur justru sedang menghadapi masa sulit setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Hingga 17 Agustus, ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dan masyarakat masih menghadapi dampak serta gempa susulan. (BMKG)
Di satu sisi, kita mengibarkan bendera sebagai simbol kemerdekaan. Di sisi lain, ada keluarga yang mungkin tidak lagi memiliki rumah untuk memasang bendera.
Lalu, apa sebenarnya arti kemerdekaan?
Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga memiliki makna tentang bagaimana manusia dapat hidup dengan aman, bermartabat, dan saling menjaga sebagai satu bangsa.
Karena itu, ketika bencana terjadi di satu wilayah Indonesia, persoalannya bukan hanya milik masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. NTT bukan “jauh”. Mereka adalah bagian dari Indonesia yang sama dengan kita.
Mungkin kita tidak mengenal nama korban yang terdampak. Kita mungkin tidak pernah menginjakkan kaki di desa tempat mereka tinggal. Namun, jarak geografis seharusnya tidak menciptakan jarak kemanusiaan.
Justru dalam situasi seperti inilah rasa sebagai satu bangsa diuji.
Mudah untuk berbicara tentang persatuan ketika semuanya sedang baik-baik saja. Kita mengenakan atribut merah putih, menyanyikan lagu perjuangan, dan mengucapkan “Dirgahayu Indonesia”.
Tetapi kemanusiaan memiliki makna yang lebih dalam ketika kita mampu mengatakan:
“Kamu sedang kesulitan, maka aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian.”
Kepedulian tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Sebagian orang mungkin dapat membantu dengan tenaga. Sebagian lainnya dapat menyebarkan informasi yang benar, mendoakan, menjadi relawan, atau memberikan bantuan materi.
Yang terpenting adalah jangan sampai kemerdekaan berhenti sebagai seremoni.
Sebab Indonesia yang merdeka seharusnya bukan hanya Indonesia yang mampu mengibarkan bendera, tetapi juga Indonesia yang masyarakatnya mampu saling menguatkan ketika sebagian dari mereka sedang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan orang-orang yang dicintai.

Bencana mengajarkan satu hal sederhana: manusia tidak pernah tahu kapan keadaan akan berubah.
Hari ini kita masih bisa menikmati rumah yang aman. Kita masih bisa bekerja, belajar, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan kemerdekaan. Sementara di tempat lain, seseorang mungkin sedang berusaha mencari kembali barang-barang yang tersisa dari rumahnya.
Karena itu, jangan biarkan kepedulian hanya berhenti pada rasa iba.
Jika memiliki kemampuan, mari mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata.
Salah satu caranya adalah melalui zakat, infak, dan sedekah. Bukan semata-mata karena kita ingin membantu korban bencana, tetapi karena berbagi merupakan bentuk nyata dari kepedulian terhadap sesama.
Melalui lembaga seperti BAZNAS Kota Sukabumi, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan dan penyaluran dana umat.
81 tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi pengingat bahwa kita bukan sekadar kumpulan manusia yang tinggal di pulau-pulau berbeda.
Kita adalah satu bangsa.
Ketika saudara kita di NTT sedang berduka, kemerdekaan mengajarkan kita untuk tidak hanya berkata “Indonesia tangguh”, tetapi juga menunjukkan ketangguhan itu melalui kepedulian.
Mari menjadikan peringatan kemerdekaan tahun ini bukan hanya sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga untuk meneruskan semangat perjuangan dalam bentuk yang dapat kita lakukan hari ini, yaitu menolong, berbagi, dan menjaga sesama.
Karena mungkin, salah satu bentuk paling nyata dari mencintai Indonesia adalah ketika kita tidak membiarkan saudara sebangsa menghadapi kesulitan seorang diri.
Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi. Karena kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika kita mampu menghadirkan kemanusiaan di dalamnya.
Satu kepedulian dari kita, dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.