Banyak orang berlomba melakukan glow up dari sisi penampilan. Namun dalam Islam, glow up yang sesungguhnya dimulai dari akhlak yang baik, hati yang bersih, serta kepedulian kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
Istilah “glow up” semakin populer di kalangan anak muda. Di media sosial, kita sering melihat berbagai konten tentang perubahan penampilan yang dianggap lebih menarik, lebih percaya diri, lebih modis, atau lebih sesuai dengan tren masa kini.
Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan wajah, membeli pakaian terbaru, berolahraga, hingga mengikuti berbagai tips kecantikan demi mendapatkan versi terbaik dari dirinya.
Tentu saja, merawat diri adalah hal yang baik. Islam juga mengajarkan kebersihan, kerapihan, dan menjaga penampilan. Namun ada satu pertanyaan yang jarang kita renungkan:
Jika wajah kita semakin menarik, apakah akhlak kita juga ikut membaik?
Karena sesungguhnya, glow up yang paling berharga bukan hanya terlihat di cermin, tetapi terlihat dalam cara kita berbicara, memperlakukan orang lain, menghormati orang tua, membantu sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Boleh jadi seseorang terlihat biasa saja secara fisik, tetapi memiliki hati yang lembut dan akhlak yang mulia. Orang seperti inilah yang sebenarnya memiliki cahaya dalam dirinya.

Penampilan fisik memiliki batas waktu.
Tren fashion akan berubah.
Gaya rambut akan berganti.
Wajah yang muda suatu saat akan menua.
Namun akhlak yang baik akan selalu dihargai sepanjang masa.
Orang mungkin tertarik karena penampilan, tetapi mereka akan bertahan karena akhlak.
Tidak sedikit orang yang dikenang bukan karena wajahnya, melainkan karena kebaikan hatinya.
Karena itu, jika kita ingin melakukan glow up yang sesungguhnya, mulailah dengan memperbaiki sikap, tutur kata, dan hubungan dengan sesama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
Artinya:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama ajaran Islam adalah membentuk manusia yang berakhlak baik.
Maka, ukuran keberhasilan seorang Muslim tidak hanya dilihat dari penampilannya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan orang lain dan menjalani kehidupannya.
Di era media sosial, banyak orang fokus mempercantik tampilan luar. Namun Islam mengajarkan bahwa yang paling penting adalah kondisi hati.
Hati yang dipenuhi rasa syukur akan melahirkan ketenangan.
Hati yang dipenuhi kasih sayang akan melahirkan kepedulian.
Hati yang dipenuhi keimanan akan melahirkan akhlak yang baik.
Inilah glow up yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Tidak bisa diperoleh hanya dengan filter kamera.
Dan tidak bisa diukur dengan jumlah pengikut di media sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa standar penilaian Allah berbeda dengan standar dunia.
Manusia mungkin menilai dari penampilan.
Tetapi Allah menilai dari hati dan amal perbuatan.
Akhlak yang baik tidak berhenti pada senyum dan tutur kata yang lembut.
Akhlak juga tercermin dari kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan.
Saat kita melihat saudara yang kesulitan lalu berusaha membantu, itulah akhlak.
Saat kita menyisihkan sebagian rezeki untuk anak yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan, itulah akhlak.
Saat kita tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, itulah akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Karena itu, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah harta, tetapi juga cerminan kemuliaan hati.
Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama bukan hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan keberkahan yang luar biasa bagi pemberinya.
Banyak orang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki penampilan.
Tidak ada yang salah dengan itu.
Namun jangan lupa untuk memperbaiki sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu akhlak dan hati.
Perbaiki cara berbicara.
Perbaiki cara memperlakukan orang tua.
Perbaiki hubungan dengan tetangga.
Perbaiki kepedulian terhadap sesama.
Karena pada akhirnya, kecantikan fisik akan memudar, tetapi akhlak yang baik akan terus dikenang dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat.
Salah satu cara mempercantik hati adalah dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, zakat, infak, dan sedekah yang Anda tunaikan akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah.
Setiap bantuan yang Anda berikan bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Glow up bukan hanya tentang wajah yang lebih menarik.
Glow up bukan hanya tentang penampilan yang lebih modern.
Glow up yang sesungguhnya adalah ketika hati menjadi lebih lembut, akhlak menjadi lebih baik, dan kepedulian kepada sesama semakin besar.
Mari jadikan hidup kita lebih bercahaya dengan amal kebaikan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :