Berapa Harga yang Harus Dibayar Ketika Seorang Anak Berhenti Sekolah?
Bayangkan sebuah keluarga yang sedang menghadapi pilihan sulit.
Uang yang tersedia bulan ini hanya cukup untuk membeli kebutuhan pokok. Di sisi lain, ada biaya sekolah yang harus dibayar. Orang tua tersebut bukan tidak peduli pada pendidikan anaknya. Mereka juga bukan tidak ingin anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.
Mereka hanya sedang berhadapan dengan satu kenyataan yaitu uang yang dimiliki hari ini terbatas.
Akhirnya, pendidikan menjadi sesuatu yang harus ditunda.
Keputusan itu mungkin terasa seperti persoalan hari ini. Tetapi pernahkah kita bertanya, “berapa sebenarnya harga yang harus dibayar ketika seorang anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan?”
Mungkin bukan hanya biaya sekolah yang hilang.
Bisa jadi, yang ikut hilang adalah kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan pendapatan, mengembangkan kemampuan, bahkan mengubah kondisi ekonomi keluarganya di masa depan.
Ketika membayar sekolah, kita dapat melihat angkanya dengan jelas. Ada uang pangkal, biaya perlengkapan, transportasi, buku, seragam, atau kebutuhan pembelajaran lainnya.
Karena semuanya memiliki nominal, kita mudah menganggap pendidikan sebagai pengeluaran. Padahal pendidikan juga merupakan investasi.
Dalam ekonomi dikenal konsep human capital, yaitu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kemampuan seseorang yang dapat meningkatkan produktivitas serta peluang ekonominya.
Sederhananya, pendidikan dapat membantu seseorang memiliki lebih banyak kemampuan untuk menghasilkan dan mengambil keputusan di masa depan.
Karena itu, ketika seorang anak berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi, yang hilang bukan sekadar satu tahun pembelajaran.
Ada kemungkinan kesempatan untuk membangun human capital ikut terputus.
Dan yang lebih sulit dihitung adalah apa yang mungkin terjadi bertahun-tahun kemudian.
Seorang anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan mungkin harus segera bekerja.
Penghasilan yang diperoleh dapat membantu keluarganya bertahan hari ini. Itu adalah kebutuhan yang nyata dan tidak boleh diremehkan.
Namun, tanpa pendidikan dan keterampilan yang memadai, pilihan pekerjaan yang tersedia mungkin menjadi lebih terbatas. Pendapatan yang diperoleh kemudian sulit meningkat secara signifikan.
Ketika kelak ia memiliki keluarga sendiri, keterbatasan tersebut dapat kembali memengaruhi kemampuan untuk membiayai pendidikan anaknya.
Muncullah sebuah lingkaran yang dimulai dari keterbatasan ekonomi → pendidikan terputus → peluang kerja terbatas → pendapatan terbatas → kemampuan membiayai pendidikan generasi berikutnya ikut terbatas.
Inilah mengapa persoalan pendidikan tidak hanya berbicara tentang seorang anak.
Ia juga dapat berkaitan dengan mobilitas sosial yaitu kemampuan seseorang atau keluarga untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonominya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di sinilah pendidikan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memperoleh ijazah.
Pendidikan memberikan seseorang kesempatan untuk memperluas pilihan.
Seorang anak mungkin tidak langsung menjadi kaya setelah bersekolah. Tetapi pendidikan dapat memperbesar kemungkinan untuk memiliki keterampilan, wawasan, jaringan, dan pilihan pekerjaan yang lebih luas.
Karena itu, membantu seorang anak mempertahankan pendidikannya bukan berarti menjamin keberhasilan masa depannya.
Tetapi kita sedang menjaga peluang agar masa depan itu tetap terbuka.
Islam sendiri memberikan perhatian yang sangat besar terhadap ilmu. Allah SWT berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang tinggi. Maka, ketika seseorang menghadapi hambatan untuk memperolehnya, kepedulian terhadap pendidikan bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga sesuatu yang dimuliakan dalam ajaran Islam.

Selama ini kita sering melihat bantuan pendidikan dari apa yang terlihat hari ini.
Membayar biaya sekolah.
Membelikan buku.
Memberikan perlengkapan belajar.
Memberikan beasiswa.
Tetapi coba lihat dari sudut yang berbeda.
Bantuan tersebut mungkin sedang mencegah sesuatu yang jauh lebih mahal yaitu hilangnya kesempatan.
Satu bantuan mungkin tidak langsung mengubah kehidupan seorang anak. Tetapi ia dapat membuat anak tersebut tetap berada di sekolah, menyelesaikan pendidikannya, memperoleh keterampilan, dan memiliki pilihan yang lebih luas ketika memasuki dunia kerja.
Dengan kata lain, kita bukan sekadar membiayai pendidikan; kita sedang menjaga kemungkinan masa depan.
Di sinilah zakat, infak, dan sedekah dapat mengambil peran.
ZIS bukan hanya tentang membantu kebutuhan yang sudah terjadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah keterbatasan hari ini berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di masa depan.
Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk upaya di bidang pendidikan sesuai ketentuan dan program yang tersedia.
Bagi kita, mungkin nominal yang disisihkan terasa kecil.
Namun bagi seorang anak, dukungan tersebut bisa berarti tetap bersekolah, tetap belajar, tetap memiliki cita-cita, dan tetap memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Mungkin sudah waktunya kita mengubah pertanyaan.
Bukan hanya bertanya mengenai “berapa biaya yang harus kita keluarkan agar seorang anak tetap sekolah?”. Tetapi, “berapa besar kesempatan yang mungkin hilang jika kita membiarkannya berhenti?”
Kita mungkin tidak mampu membiayai seluruh pendidikan seseorang.
Tetapi kita dapat mengambil bagian dalam menjaganya tetap berjalan.
Tunaikan zakat apabila telah memenuhi kewajibannya, serta sisihkan infak dan sedekah sesuai kemampuan melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
Sebab pendidikan bukan hanya tentang apa yang diperoleh seorang anak hari ini.
Pendidikan adalah tentang berapa banyak kemungkinan masa depan yang masih bisa ia miliki.
Dan terkadang, bantuan yang terlihat sederhana hari ini adalah cara kita memastikan bahwa kemiskinan tidak ikut menentukan batas dari sebuah cita-cita.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :