Di mana ada pertandingan besar, suasana langsung berubah. Timeline media sosial penuh prediksi skor, dan ajakan patungan untuk nobar (nonton bareng) bermunculan. Ada yang dengan santai mengirim pesan, “Patungan ya, biar seru!” Dalam hitungan menit, uang terkumpul. Semua antusias karena ingin menikmati momen bersama.
Tidak ada yang salah dengan hiburan. Islam pun tidak melarang kita menikmati waktu bersama keluarga atau teman selama dalam batas yang dibenarkan.
Namun, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri?
Kalau kita bisa begitu mudah patungan untuk hiburan, kenapa sering kali terasa berat saat diajak patungan membantu dhuafa?
Padahal, bisa jadi di saat kita tertawa menyaksikan pertandingan, ada keluarga yang sedang bingung memikirkan makan malam, biaya sekolah anak, atau obat untuk orang tuanya.

Patungan sebenarnya bukan soal nominal. Yang membuatnya berhasil adalah adanya rasa kebersamaan.
Lima orang mengumpulkan Rp20.000 saja sudah cukup untuk menikmati kebersamaan. Anehnya, saat nominal yang sama diajak untuk membantu sesama, muncul banyak pertimbangan.
“Nanti saja.”
“Lagi banyak kebutuhan.”
“Orang lain pasti sudah bantu.”
Padahal, jika prinsip patungan itu diterapkan untuk membantu dhuafa, hasilnya bisa luar biasa.
Bayangkan jika seratus orang menyisihkan Rp10.000. Dana yang terkumpul sudah mencapai Rp1.000.000. Nominal yang mungkin terasa kecil bagi masing-masing orang, tetapi sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Sering kali kita merasa sedekah harus besar agar bernilai. Padahal Allah melihat hati, bukan sekadar angka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ
“Satu dirham dapat mengalahkan seratus ribu dirham.”
(HR. An-Nasa’i, dinilai hasan oleh para ulama)
Hadis ini mengajarkan bahwa sedekah yang sedikit tetapi dilakukan dengan penuh keikhlasan bisa lebih bernilai daripada harta yang besar namun diberikan tanpa ketulusan.
Saat mendengar kata dhuafa, sebagian orang langsung membayangkan orang yang tidak memiliki makanan.
Padahal kenyataannya lebih luas.
Ada anak yang hampir putus sekolah.
Ada lansia yang hidup sendirian.
Ada keluarga yang kesulitan membayar biaya pengobatan.
Ada pedagang kecil yang usahanya hampir berhenti karena kekurangan modal.
Bantuan yang kita berikan bisa menjadi titik balik kehidupan mereka.
Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan di jalan Allah tidak pernah benar-benar hilang. Justru Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda, baik dalam bentuk keberkahan, ketenangan hati, maupun pahala yang terus mengalir.
Kita sering melihat betapa cepatnya dana terkumpul untuk acara hiburan, hadiah ulang tahun, atau kegiatan komunitas.
Sekarang bayangkan jika semangat yang sama digunakan untuk membantu kaum dhuafa.
Sedikit dari banyak orang bisa menjadi manfaat yang sangat besar.
Satu orang mungkin merasa sedekahnya kecil.
Tetapi ketika ribuan orang melakukan hal yang sama, lahirlah beasiswa untuk anak yatim, bantuan kesehatan, modal usaha, renovasi rumah tidak layak huni, hingga paket pangan bagi keluarga yang kesulitan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”
(HR. Muslim No. 2699)
Betapa indahnya janji ini. Ketika kita menjadi jalan keluar bagi kesulitan orang lain, Allah pun akan membuka jalan keluar bagi berbagai persoalan yang sedang kita hadapi.
Tidak ada yang melarang kita menikmati hiburan bersama teman. Nobar bisa menjadi sarana mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
Namun, akan jauh lebih indah jika semangat kebersamaan itu juga hadir dalam aksi nyata membantu mereka yang membutuhkan.
Bayangkan setelah serunya nobar, kita juga sepakat menyisihkan sebagian uang untuk membantu dhuafa. Tidak perlu menunggu kaya, tidak perlu menunggu memiliki banyak harta. Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, lahir manfaat yang besar.
Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, Anda dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah agar sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan secara amanah dan tepat sasaran.
Karena mungkin, kebahagiaan terbesar bukan hanya saat tim favorit kita mencetak gol, tetapi ketika Allah mencatat nama kita sebagai hamba yang menghadirkan senyum bagi saudara-saudara dhuafa.
Mari jadikan setiap patungan bukan hanya menghadirkan keseruan sesaat, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat.
Tak perlu menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi. Sedikit dari kita, jika dilakukan bersama-sama, bisa menjadi harapan besar bagi para dhuafa, anak yatim, lansia, hingga keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Hari ini, mari ubah “patungan untuk hiburan” menjadi patungan untuk kebaikan. Karena setiap rupiah yang kita sisihkan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi, lembaga resmi yang mengelola dana umat secara amanah, profesional, dan menyalurkannya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan di Kota Sukabumi.
Tunaikan sekarang melalui:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :