BAZNAS
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Kemanusiaan
    • Kesehatan
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Dakwah
  • ZAKAT
  • INFAK
  • FIDYAH
BAZNAS
  • Infak
  • Zakat
  • Fidyah
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Bantuan Sosial
    • Tunaikan Sedekah Terbaikmu Hari Ini

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

22 Jul 2026
Artikel
Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

Ibadah merupakan bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT. Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW akan menjadi sebab datangnya pahala dan keridaan Allah. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kesalahan kecil dalam beribadah yang sering dianggap sepele. Meskipun terlihat sederhana, jika terus dilakukan, kesalahan tersebut dapat mengurangi kesempurnaan ibadah, bahkan berpotensi menghilangkan pahala apabila dilakukan dengan sengaja.

Allah SWT berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan hanya tentang melakukan suatu amalan, tetapi juga tentang keikhlasan dan kesesuaian dengan syariat.

Mengapa Kesalahan Kecil dalam Ibadah Perlu Dihindari?

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang sering dianggap sepele
BAZNAS Kota Sukabumi

Banyak orang menganggap bahwa selama mereka sudah salat, berpuasa, atau bersedekah, maka ibadahnya pasti diterima. Padahal, diterima atau tidaknya ibadah bergantung pada dua syarat utama, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka amalan tersebut tertolak.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pengingat agar setiap ibadah dilakukan sesuai ajaran Islam, bukan sekadar berdasarkan kebiasaan atau anggapan pribadi.

Kesalahan Kecil dalam Ibadah yang Sering Dianggap Sepele

1. Tidak Menghadirkan Kekhusyukan dalam Salat

Salat memang sah apabila rukun dan syaratnya terpenuhi. Namun, banyak orang melaksanakan salat dengan pikiran yang melayang ke mana-mana. Akibatnya, salat hanya menjadi rutinitas tanpa menghadirkan kedekatan kepada Allah.

Cara Menghindarinya

  • Memahami bacaan salat.
  • Menjauhkan gangguan seperti ponsel.
  • Mengingat bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah SWT.

2. Menunda Waktu Salat Tanpa Alasan

Sebagian orang terbiasa menunda salat hingga mendekati habis waktu, padahal tidak ada uzur syar’i. Kebiasaan ini sering dianggap biasa, padahal Allah mencintai hamba yang bersegera dalam kebaikan.

Cara Menghindarinya

  • Segera salat ketika azan berkumandang.
  • Susun aktivitas agar tidak mengganggu waktu salat.
  • Gunakan pengingat waktu salat.

3. Beribadah karena Ingin Dipuji

Riya merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Terkadang seseorang memperindah ibadahnya karena ingin mendapatkan pujian manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya.”

(HR. Ahmad)

Cara Menghindarinya

  • Selalu memperbarui niat.
  • Memperbanyak ibadah secara sembunyi-sembunyi.
  • Mengingat bahwa hanya Allah yang berhak memberi balasan.

4. Terburu-buru dalam Salat

Masih banyak orang yang rukuk dan sujud terlalu cepat sehingga tidak memberikan waktu tuma’ninah.

Padahal Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan seseorang mengulangi salatnya karena belum melakukannya dengan benar.

Cara Menghindarinya

  • Tenang saat rukuk dan sujud.
  • Tidak mengejar kecepatan.
  • Menghayati setiap gerakan salat.

5. Mengabaikan Doa Setelah Ibadah

Selesai salat atau membaca Al-Qur’an, sebagian orang langsung beranjak tanpa berzikir atau berdoa.

Padahal doa setelah ibadah termasuk waktu yang sangat baik untuk memohon kepada Allah SWT.

Cara Menghindarinya

Biasakan membaca zikir pagi-petang, istigfar, tasbih, tahmid, takbir, dan doa sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Cara Menjaga Kualitas Ibadah

Menjaga kualitas ibadah tidak hanya dilakukan saat berada di masjid, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Ilmu Agama

Semakin memahami ilmu fikih dan tuntunan Rasulullah ﷺ, semakin kecil kemungkinan melakukan kesalahan dalam ibadah.

Muhasabah Setelah Beribadah

Biasakan mengevaluasi diri setelah selesai beribadah. Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah ibadah tadi dilakukan dengan ikhlas?
  • Apakah sudah sesuai sunnah?
  • Apakah masih ada hal yang bisa diperbaiki?

Memohon Agar Ibadah Diterima

Para sahabat dan ulama terdahulu sangat khawatir apabila amal mereka tidak diterima.

Allah SWT berfirman:

“…Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Ma’idah: 27)

Karena itu, jangan hanya fokus pada banyaknya amal, tetapi juga pada kualitasnya.

Kesalahan kecil dalam ibadah sering kali tidak disadari karena sudah menjadi kebiasaan. Padahal, ibadah yang diterima bukan hanya yang banyak, melainkan yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Mulailah memperbaiki hal-hal kecil, seperti menjaga kekhusyukan salat, tidak menunda waktu salat, menghindari riya, melaksanakan setiap gerakan dengan tuma’ninah, dan memperbanyak doa setelah ibadah. Langkah-langkah sederhana ini dapat menjadi sebab semakin sempurnanya amal yang kita persembahkan kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk memperbaiki ibadah, menerima setiap amal saleh yang kita lakukan, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah hingga akhir hayat.

Setelah berusaha memperbaiki kualitas ibadah dan menghindari berbagai kesalahan kecil yang sering dianggap sepele, jangan lupa untuk menyempurnakannya dengan memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, setiap rupiah yang Anda titipkan akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga resmi, Anda turut menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Jangan tunda kebaikan hari ini.
Semoga setiap zakat yang ditunaikan menjadi penyuci harta, setiap infak menjadi pemberat amal kebaikan, dan setiap sedekah menjadi jalan datangnya keberkahan dalam hidup.

Yuk, tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda sekarang juga!

https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi ZIS: 081111112807

Artikel Lainnya :

Artikel BAZNAS Kota Sukabumi
Share

Baca Juga

Artikel
Jangan Hanya Salat Wajib, Lengkapi Ibadahmu dengan Sholat Sunnah
22 Jul 2026
Artikel
Satu Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Beribadah
22 Jul 2026
Artikel
Ibadah Bukan Sekadar Gerakan, Inilah Makna yang Sering Terlupakan
22 Jul 2026
Artikel
Jangan Sampai Terlewat! Ada Satu Sujud yang Sering Dilupakan Umat Islam
22 Jul 2026
Artikel
Pernah Berbuat Dosa? Sholat Taubat Bisa Menjadi Awal Perubahanmu
22 Jul 2026
Artikel
Bukan Soal Kaya atau Miskin, Tapi Soal Hati yang Pandai Bersyukur
22 Jul 2026
BAZNAS Gedung Islamik Center, Jl. Veteran II No.2, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111
(0266) 6245222

Kenali Kami

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

Layanan

  • Rekening Zakat
  • Konfirmasi Donasi
  • Kalkulator
  • Channel Pembayaran
  • Jemput Zakat

Donasi

  • Program
  • Zakat
  • Infak
  • Fidyah

Ikuti Kami

  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
© 2026 - Baznas Kota Sukabumi