BAZNAS
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Kemanusiaan
    • Kesehatan
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Dakwah
  • ZAKAT
  • INFAK
  • FIDYAH
BAZNAS
  • Infak
  • Zakat
  • Fidyah
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Bantuan Sosial
    • Tunaikan Sedekah Terbaikmu Hari Ini

Mengapa Satu Kata Bisa Menjadi Sebab Datangnya Pahala atau Dosa?

03 Jul 2026
Artikel
Mengapa Satu Kata Bisa Menjadi Sebab Datangnya Pahala atau Dosa?

Mengapa Satu Kata Bisa Menjadi Sebab Datangnya Pahala atau Dosa?

Pernahkah kita mengucapkan sesuatu lalu beberapa saat kemudian menyesalinya? Atau sebaliknya, tanpa disangka-sangka sebuah kalimat sederhana yang kita ucapkan justru mampu menguatkan hati seseorang yang sedang rapuh?

Ternyata, dalam Islam, lisan bukan sekadar alat untuk berbicara. Setiap kata yang keluar dari mulut kita memiliki nilai di sisi Allah. Ada ucapan yang mampu mengangkat derajat seseorang, tetapi ada pula ucapan yang menjadi sebab datangnya dosa, bahkan menyeret seseorang ke dalam kebinasaan.

Karena itulah, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Sebab, satu kata yang tampak sepele di mata manusia bisa memiliki dampak yang sangat besar di hadapan Allah.

Setiap Ucapan Selalu Dalam Pengawasan Allah

Banyak orang berpikir bahwa dosa hanya berasal dari perbuatan besar. Padahal, ucapan yang keluar setiap hari juga akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada satu kalimat pun yang luput dari catatan malaikat. Baik ucapan yang baik, candaan, sindiran, maupun perkataan yang menyakiti orang lain, semuanya tercatat dengan sempurna.

 Satu Kalimat Bisa Mengantarkan ke Surga

Mengapa Satu Kata Bisa Menjadi Sebab Datangnya Pahala atau Dosa
BAZNAS Kota Sukabumi

 Jangan Meremehkan Ucapan yang Baik

Kadang kita berpikir bahwa pahala hanya datang dari ibadah yang besar seperti sedekah dalam jumlah banyak atau ibadah yang berat. Padahal, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ucapan yang baik juga termasuk sedekah.

Beliau bersabda:

الكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

“Perkataan yang baik adalah sedekah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan, hanya dengan mengatakan, “Semoga Allah memudahkan urusanmu,” atau “Terima kasih,” atau “Semoga Allah membalas kebaikanmu,” kita sudah bisa mendapatkan pahala.

Bahkan senyum yang disertai kata-kata lembut sering kali menjadi penyemangat bagi orang lain. Mungkin bagi kita itu hal biasa, tetapi bagi orang yang sedang putus asa, ucapan tersebut bisa menjadi alasan untuk kembali bangkit.

Satu Kata Juga Bisa Menjadi Sebab Datangnya Dosa

 Bahaya Ucapan yang Dianggap Sepele

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar kita berhati-hati dalam berbicara.

Beliau bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia menganggapnya berarti, maka karena kalimat itu ia terjerumus ke dalam neraka.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini begitu menyentuh. Bukan karena banyaknya kata yang kita ucapkan, tetapi karena dampaknya. Satu kalimat fitnah, hinaan, kebohongan, atau ghibah bisa menjadi sebab datangnya dosa yang terus mengalir.

Di Era Media Sosial, Jari Kita Juga “Berbicara”

 Mengetik Sama dengan Berucap

Saat ini, menjaga lisan tidak hanya berarti menjaga mulut. Apa yang kita tulis di kolom komentar, status, atau pesan pribadi juga termasuk bagian dari ucapan yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Menghina orang lain, menyebarkan berita yang belum jelas, mempermalukan seseorang, atau menulis komentar kasar mungkin hanya membutuhkan beberapa detik. Namun akibatnya bisa melukai hati banyak orang dan menjadi dosa yang terus tercatat.

Sebelum menekan tombol “Kirim”, cobalah bertanya kepada diri sendiri:

Tiga Pertanyaan Sebelum Berbicara atau Menulis

  • Apakah ini benar?
  • Apakah ini bermanfaat?
  • Apakah Allah ridha jika kalimat ini kubagikan?

Jika jawabannya masih meragukan, diam sering kali jauh lebih baik.

Biasakan Lisan Mengucapkan Kebaikan

Lisan yang terbiasa mengingat Allah akan lebih mudah menghindari perkataan buruk.

Perbanyaklah mengucapkan:

  • Subhanallah.
  • Alhamdulillah.
  • Laa ilaaha illallah.
  • Allahu Akbar.
  • Astaghfirullah.
  • Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  • Doa-doa baik untuk sesama.

Semakin sering lisan digunakan untuk berdzikir, semakin kecil peluangnya dipenuhi ucapan yang sia-sia atau menyakiti orang lain.

Setiap hari kita mengucapkan ratusan bahkan ribuan kata. Sebagian mungkin terlupakan oleh kita, tetapi tidak pernah terlupakan oleh Allah.

Mungkin kita tidak selalu mampu memberikan harta yang banyak, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk memberikan kata-kata yang baik. Sebaliknya, kita juga perlu berhati-hati agar jangan sampai satu kalimat yang dianggap sepele justru menjadi sebab datangnya dosa.

Mulailah hari ini dengan menjaga lisan. Ucapkan yang baik, doakan sesama, hindari ghibah, fitnah, dan kata-kata yang menyakiti hati. Karena bisa jadi, satu kata yang keluar dari mulutmu hari ini adalah alasan Allah menambahkan pahala untukmu. Atau sebaliknya, menjadi sebab datangnya dosa yang sebenarnya bisa dihindari.

Semoga Allah menjadikan lisan kita senantiasa basah dengan dzikir, penuh dengan ucapan yang menenangkan, dan jauh dari perkataan yang mendatangkan murka-Nya. Aamiin.

Lisan yang baik akan bernilai pahala. Namun, akan lebih indah lagi jika kebaikan itu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Setelah mengajak orang lain kepada kebaikan, jangan lupa menjadi bagian dari kebaikan itu sendiri. Salah satu amalan yang terus mendatangkan keberkahan adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Melalui BAZNAS Kota Sukabumi, setiap rupiah yang Anda titipkan akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari fakir miskin, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Mari sempurnakan kebaikan lisan dengan kebaikan perbuatan.

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi di:

 https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi ZIS: 081111112807

Artikel Lainnya :

Artikel BAZNAS Kota Sukabumi
Share

Baca Juga

Artikel
Sehat Itu Nikmat, Berbagi Itu Rahmat
17 Jul 2026
Artikel
Setiap Rupiah yang Dititipkan, Setiap Senyum yang Dihadirkan
17 Jul 2026
Artikel
Program BAZNAS yang Mengubah Bantuan Menjadi Kemandirian Masyarakat
17 Jul 2026
Artikel
Satu Donasi, Banyak Perubahan: Begini Cara BAZNAS Memberdayakan Masyarakat
16 Jul 2026
Artikel
Ke Mana Uang Zakat Disalurkan? Ini Kisah Nyata yang Jarang Diketahui
15 Jul 2026
Artikel
Mengapa Banyak Orang Memilih Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS?
15 Jul 2026
BAZNAS Gedung Islamik Center, Jl. Veteran II No.2, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111
(0266) 6245222

Kenali Kami

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

Layanan

  • Rekening Zakat
  • Konfirmasi Donasi
  • Kalkulator
  • Channel Pembayaran
  • Jemput Zakat

Donasi

  • Program
  • Zakat
  • Infak
  • Fidyah

Ikuti Kami

  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
© 2026 - Baznas Kota Sukabumi