Menumbuhkan Kesadaran Zakat di Kalangan Muda: Saatnya Berbagi, Saatnya Berdampak
Generasi muda hari ini hidup di tengah dunia yang serba cepat. Belanja bisa dilakukan dalam hitungan menit, tren berganti setiap hari, dan berbagai kebutuhan semakin mudah diakses melalui teknologi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: kepedulian kepada sesama dan kewajiban zakat.
Menumbuhkan kesadaran zakat di kalangan muda bukan sekadar mengajak anak muda untuk mengeluarkan sebagian hartanya. Lebih dari itu, zakat adalah upaya membangun generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan memahami bahwa di dalam rezeki yang dimiliki terdapat hak orang lain.

Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam Islam. Rasulullah ﷺ menempatkan zakat sebagai salah satu dari lima rukun Islam.
بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ
Artinya: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan haji ke Baitullah.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Karena itu, mengenalkan zakat sejak usia muda sangat penting. Kesadaran yang dibangun sejak dini dapat menjadi kebiasaan baik ketika seseorang mulai memiliki penghasilan, usaha, tabungan, maupun aset yang telah memenuhi ketentuan zakat.
Sebagian anak muda mungkin masih memandang zakat sebagai kewajiban yang baru perlu dipikirkan ketika sudah tua atau memiliki kekayaan besar. Padahal, yang lebih penting adalah memahami kapan seseorang memiliki kewajiban zakat dan bagaimana menunaikannya sesuai syariat.
Zakat juga mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan.
Di tengah budaya konsumtif, zakat dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari membeli sesuatu untuk diri sendiri.
Ada kebahagiaan ketika sebagian rezeki kita membantu seorang anak mendapatkan pendidikan. Ada keberkahan ketika zakat membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup. Ada kepuasan ketika kontribusi kita ikut membuka jalan bagi mustahik untuk bangkit secara ekonomi.
Al-Qur’an mengingatkan:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga memiliki dimensi spiritual: membersihkan dan menyucikan.
Zakat perlu diperkenalkan melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan anak muda. Edukasi bisa dikemas melalui media sosial, video pendek, infografis, podcast, hingga konten kisah nyata penerima manfaat.
Generasi muda sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, pembayaran zakat secara digital dapat menjadi salah satu cara membuat ibadah ini lebih mudah dilakukan.
Namun, kemudahan digital tetap perlu diiringi dengan edukasi mengenai jenis zakat, syarat wajib zakat, nisab, haul, serta penyaluran yang amanah.
Anak muda perlu melihat bahwa zakat bukan sekadar angka yang berpindah dari satu rekening ke rekening lainnya.
Zakat bisa berubah menjadi pendidikan, bantuan kesehatan, modal usaha, pangan, hingga peluang bagi mustahik untuk menjadi lebih mandiri.
Inilah kekuatan zakat: satu kebaikan dapat melahirkan banyak perubahan.
Menjadi generasi muda yang peduli tidak harus menunggu kaya. Yang dibutuhkan adalah kesadaran untuk berbagi sesuai kemampuan dan kewajiban yang dimiliki.
Jika hari ini kita sedang membangun masa depan, jangan lupa bahwa ada orang lain yang juga sedang berjuang membangun kehidupannya.
Mari tumbuhkan kesadaran zakat mulai dari diri sendiri. Ketika zakat ditunaikan dengan ikhlas dan dikelola secara amanah, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.
Jangan hanya mengejar keberhasilan untuk diri sendiri. Jadilah generasi yang sukses sekaligus membawa manfaat bagi sesama.
Sahabat muda, mungkin nominal zakat yang kita keluarkan terasa kecil bagi kita. Namun, bagi seorang mustahik, bantuan tersebut bisa menjadi awal dari sebuah harapan baru.
Mari tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Sukabumi dan ikut mengambil bagian dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Karena ketika kita berbagi melalui zakat, kita tidak sedang kehilangan harta. Kita sedang menanam kebaikan dan membuka jalan bagi keberkahan.
Salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :