Pelajari keutamaan, jumlah rakaat, dan tata cara shalat sunnah rawatib — amalan istimewa yang menyempurnakan shalat wajib dan menjadi jalan menuju surga.
Shalat merupakan tiang agama dan menjadi ibadah paling utama dalam Islam. Melalui shalat, seorang Muslim berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, menundukkan hati, dan menenangkan jiwa. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua shalat wajib yang kita lakukan sempurna. Terkadang kita lalai, kurang khusyuk, atau tergesa-gesa. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan shalat sunnah rawatib — shalat tambahan yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat fardhu — untuk menyempurnakan ibadah utama tersebut.
Secara bahasa, “rawatib” berarti sesuatu yang teratur atau rutin. Maka, shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan secara rutin sebelum atau sesudah shalat wajib. Ibadah ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki kekurangan dalam shalat fardhu.
Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan pentingnya shalat rawatib. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Barang siapa yang shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam selain yang wajib, maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan ibadah ini. Allah tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga menyiapkan rumah di surga bagi mereka yang menjaga shalat rawatib secara istiqamah.

Dalam riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelah Dzuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR. Tirmidzi)
Dari penjelasan hadis tersebut, shalat sunnah rawatib dibagi menjadi dua jenis, yaitu muakkad (sangat dianjurkan) dan ghairu muakkad (dianjurkan, tetapi tidak ditekankan).
Shalat sunnah muakkad adalah shalat yang sangat dijaga dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Jumlahnya 12 rakaat, dengan rincian sebagai berikut:
2 rakaat sebelum Subuh
Shalat ini memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah ini di sisi Allah SWT.
4 rakaat sebelum Dzuhur
Rasulullah SAW sangat menjaga shalat sunnah ini. Di tengah kesibukan siang, shalat ini menjadi momen menyegarkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
2 rakaat sesudah Dzuhur
Sebagai bentuk syukur dan penyempurna ibadah wajib, shalat ini dilakukan segera setelah Dzuhur.
2 rakaat sesudah Maghrib
Dikerjakan setelah shalat Maghrib, biasanya sebelum meninggalkan masjid. Shalat ini menjadi penguat keistiqamahan ibadah di waktu sore hari.
2 rakaat sesudah Isya
Rasulullah SAW kerap melakukannya sebelum tidur, menjadikan malamnya penuh keberkahan dan ketenangan jiwa.
Selain itu, ada pula shalat rawatib ghairu muakkad yang sifatnya dianjurkan namun tidak sekuat muakkad. Shalat ini antara lain:
2 rakaat sesudah Dzuhur (tambahan dari yang muakkad)
4 rakaat sebelum Ashar
2 rakaat sebelum Maghrib
2 rakaat sebelum Isya
Meskipun tidak dilakukan secara terus-menerus oleh Rasulullah SAW, shalat ini tetap membawa banyak pahala. Ia menjadi cara seorang Muslim memperbanyak amal kebaikan tanpa merasa terbebani.
Shalat sunnah rawatib memiliki keutamaan besar, baik dari segi pahala maupun manfaat spiritual. Berikut beberapa hikmahnya:
Menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib
Tidak ada manusia yang sempurna. Terkadang kita kehilangan kekhusyukan atau tergesa-gesa dalam shalat wajib. Shalat sunnah rawatib menjadi penambal kekurangan tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila terdapat kekurangan dalam shalat wajibnya, Allah berfirman: ‘Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah?’ Maka disempurnakanlah kekurangannya dengan shalat sunnah itu.” (HR. Abu Dawud)
Menjaga kedekatan dengan Allah SWT
Dengan membiasakan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib, seseorang menumbuhkan rasa tenang dan hubungan batin yang lebih dekat dengan Tuhannya.
Melatih disiplin dan konsistensi dalam beribadah
Orang yang terbiasa menjaga shalat sunnah rawatib akan terlatih untuk disiplin waktu, menjaga kebersihan diri, dan memelihara kekhusyukan.
Menjadi pelindung dari godaan dunia
Di tengah kesibukan dunia, shalat sunnah membantu menjaga hati agar tetap lembut dan tidak dikuasai oleh ambisi materi. Ia menjadi pengingat bahwa tujuan utama hidup adalah keridaan Allah.
Bekal pahala berlipat ganda
Setiap rakaat shalat sunnah menjadi amal ringan yang bernilai besar. Jika dikerjakan dengan niat ikhlas, maka pahala yang didapatkan akan berlipat di sisi Allah SWT.
Shalat sunnah rawatib sebaiknya dilakukan dengan penuh ketenangan dan tidak tergesa-gesa. Berikut panduannya secara ringkas:
Shalat sunnah qabliyyah dikerjakan sebelum shalat wajib.
Shalat sunnah ba’diyyah dikerjakan setelah shalat wajib.
Shalat dilakukan dua rakaat dua rakaat dengan niat sesuai waktunya.
Tidak perlu dilakukan berjamaah, karena termasuk ibadah individu.
Rasulullah SAW mencontohkan agar shalat sunnah dilakukan dengan tuma’ninah dan khusyuk, tidak sekadar rutinitas, melainkan dengan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Shalat sunnah rawatib adalah ibadah ringan namun memiliki pahala yang sangat besar. Ia menjadi penyempurna shalat wajib, pintu menuju surga, serta tanda cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa siapa pun yang menjaga dua belas rakaat shalat rawatib dengan ikhlas, Allah akan menyiapkan rumah di surga baginya.
Marilah kita berusaha menjaga shalat sunnah rawatib dengan istiqamah, menjadikannya kebiasaan harian yang memperindah ibadah wajib kita. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keikhlasan, dan kemudahan untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya melalui setiap sujud dan doa. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Mari sempurnakan rasa syukur dan kepedulian kita dengan berbagi melalui zakat, infak, dan fidyah.
Salurkan amal terbaikmu melalui BAZNAS Kota Sukabumi untuk membantu mereka yang membutuhkan dan menebar keberkahan di tengah masyarakat.
Untuk referensi bacaan singkat lainnya mengenai Mengenal 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Kunci Kebahagiaan Spiritual melalui BAZNAS Kota Sukabumi dengan tema Mengenal 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Kunci Kebahagiaan Spiritual
