BAZNAS
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Kemanusiaan
    • Kesehatan
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Dakwah
  • ZAKAT
  • INFAK
  • FIDYAH
BAZNAS
  • Infak
  • Zakat
  • Fidyah
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Program
    • Laporan
    • Kontak Kami
    • Pengaduan
  • PPID
  • Layanan
    • Rekening Zakat
    • Kalkulator Zakat
    • Konfirmasi Donasi
    • Channel Pembayaran
    • Jemput Zakat
  • Kabar
    • Semua
    • Artikel
    • Cerita Aksi
    • Press Release
  • Donasi
    • Bantuan Sosial
    • Tunaikan Sedekah Terbaikmu Hari Ini

Penyakit Hati yang Diam-diam Menjauhkanmu dari Allah

27 Aug 2026
Artikel
Penyakit Hati yang Diam-diam Menjauhkanmu dari Allah

Penyakit Hati yang Diam-diam Menjauhkanmu dari Allah

Ada penyakit yang tidak terlihat oleh mata, tetapi dampaknya bisa lebih besar daripada sakit pada tubuh. Penyakit itu adalah penyakit hati. Hati yang dipenuhi iri, sombong, riya, dengki, cinta dunia berlebihan, dan sulit memaafkan perlahan dapat membuat seseorang jauh dari Allah tanpa disadari.

Sering kali kita sibuk memperbaiki penampilan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari, tetapi lupa memeriksa keadaan hati. Padahal, dalam Islam, kebersihan hati memiliki kedudukan yang sangat penting. Hati yang sehat akan mendorong seseorang mencintai kebaikan, sementara hati yang sakit dapat membuat ibadah terasa berat dan dosa terasa biasa.

Apa Itu Penyakit Hati?

Penyakit hati adalah kondisi ketika hati seseorang dipenuhi sifat dan kecenderungan buruk yang menjauhkan dirinya dari ketaatan kepada Allah. Penyakit ini tidak selalu tampak dalam perilaku sehari-hari. Seseorang bisa terlihat baik di hadapan manusia, tetapi diam-diam menyimpan kesombongan, iri, atau keinginan mendapatkan pujian.

Allah SWT berfirman:

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta.”
(QS. Al-Baqarah: 10)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa penyakit hati merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan.

1. Riya dalam Beribadah

Riya terjadi ketika seseorang melakukan amal kebaikan demi mendapatkan perhatian atau pujian manusia. Ibadah yang seharusnya ditujukan kepada Allah justru berubah menjadi sarana mencari pengakuan.

Riya sangat berbahaya karena seseorang bisa merasa sedang berbuat baik, padahal niatnya perlu kembali diperiksa.

2. Sombong dan Merasa Lebih Baik

Kesombongan membuat seseorang sulit menerima kebenaran dan memandang rendah orang lain. Padahal, kelebihan yang dimiliki manusia hanyalah titipan Allah.

Jangan Meremehkan Orang Lain

Penyakit Hati yang Diam-diam Menjauhkanmu dari Allah
BAZNAS Kota Sukabumi

Bisa jadi orang yang kita anggap tidak memiliki apa-apa justru lebih mulia di sisi Allah. Karena itu, menjaga kerendahan hati merupakan bagian penting dalam membersihkan hati.

3. Iri dan Dengki

Iri muncul ketika seseorang tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat. Bahkan, terkadang seseorang berharap nikmat tersebut hilang dari orang lain.

Hati yang dipenuhi dengki akan sulit merasakan ketenangan karena selalu membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain.

Hati yang Sehat Membawa Kedekatan kepada Allah

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hati merupakan bagian penting yang memengaruhi seluruh perilaku manusia.

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, ia adalah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa memperbaiki hati bukan perkara kecil. Perubahan perilaku yang baik dapat dimulai dari memperbaiki apa yang tersimpan di dalam hati.

Bagaimana Cara Membersihkan Hati?

Membersihkan hati membutuhkan proses. Mulailah dengan memperbanyak istighfar, zikir, membaca Al-Qur’an, mengevaluasi diri, serta menjauhi lingkungan yang mendorong kemaksiatan.

Selain itu, biasakan melakukan kebaikan dengan ikhlas. Tidak semua amal harus diketahui orang lain. Terkadang, amal yang tersembunyi justru menjadi cara untuk melatih hati agar hanya mengharapkan ridha Allah.

Bersihkan Hati dengan Berbagi

Salah satu cara melatih keikhlasan adalah berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga mengajarkan hati untuk tidak berlebihan mencintai harta.

Allah SWT berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)

Saatnya Kembali Merawat Hati

Jangan menunggu hati menjadi keras untuk mulai memperbaikinya. Jika hari ini kita masih mudah iri, sulit memaafkan, mengejar pujian, atau terlalu mencintai dunia, jadikan itu sebagai tanda untuk segera kembali kepada Allah.

Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai salah satu bentuk nyata kepedulian sekaligus latihan keikhlasan. Sebagian rezeki yang kita sisihkan dapat menjadi manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan.

Satu Kebaikan, Satu Langkah Mendekat

Tidak ada hati yang terlalu kotor untuk kembali kepada Allah selama seseorang mau bertobat dan memperbaikinya.

Mari bersihkan hati dengan doa, ibadah, dan kepedulian. Tunaikan zakat, perbanyak infak dan sedekah, lalu biarkan kebaikan yang kita lakukan menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena terkadang, jalan untuk mendekat kepada Allah dimulai dari satu hati yang mau berubah.

https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat

Konfirmasi ZIS: 081111112807

Artikel Lainnya :

Artikel BAZNAS Kota Sukabumi
Share

Baca Juga

Artikel
Apa Gunanya Terlihat Baik di Hadapan Manusia Jika Hati Tidak Peduli?
27 Aug 2026
Artikel
Kita Sedang Hidup, atau Sedang Mengejar Sensasi agar Merasa Hidup?
27 Aug 2026
Artikel
Kita Tidak Pernah Tahu, Kebaikan Kita Bisa Menyelamatkan Harapan Seseorang
27 Aug 2026
Artikel
Cinta Tak Berbatas Usia: BAZNAS Hadirkan Senyum bagi Lansia Panti Jompo
27 Aug 2026
Artikel
Ketika Iman Mendorong Kita untuk Peduli kepada Sesama
27 Aug 2026
Artikel
Ketika Penderitaan Orang Lain Mulai Terlihat Seperti Harga yang Wajar
27 Aug 2026
BAZNAS Gedung Islamik Center, Jl. Veteran II No.2, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111
(0266) 6245222

Kenali Kami

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

Layanan

  • Rekening Zakat
  • Konfirmasi Donasi
  • Kalkulator
  • Channel Pembayaran
  • Jemput Zakat

Donasi

  • Program
  • Zakat
  • Infak
  • Fidyah

Ikuti Kami

  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
  • Baznas Kota Sukabumi
© 2026 - Baznas Kota Sukabumi