Jangan Sampai Terlewat! Ada Satu Sujud yang Sering Dilupakan Umat Islam
Dalam kehidupan yang serba cepat, kita sering fokus pada ibadah-ibadah utama seperti salat lima waktu, puasa, atau membaca Al-Qur’an. Namun, tanpa disadari ada satu amalan yang sering terlewat oleh banyak umat Islam, yaitu sujud syukur.
Padahal, sujud syukur adalah bentuk rasa terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT ketika mendapatkan nikmat, kabar gembira, atau terhindar dari musibah. Sayangnya, tidak sedikit orang yang langsung merayakan keberhasilannya di media sosial, menghubungi teman, atau sekadar mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi lupa bersujud kepada Sang Pemberi Nikmat.
Padahal, sujud syukur hanya membutuhkan waktu beberapa saat, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Ia menjadi bukti bahwa hati kita benar-benar menyadari bahwa semua keberhasilan berasal dari Allah SWT.

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh nikmat besar atau terhindar dari sesuatu yang membahayakan. Amalan ini merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ، أَوْ بُشِّرَ بِهِ، خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Apabila Rasulullah ﷺ mendapatkan sesuatu yang menggembirakan atau diberi kabar yang membuat beliau senang, maka beliau segera bersujud sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala.”
(HR. Abu Dawud No. 2774, Ibnu Majah No. 1394, dinilai hasan oleh sebagian ulama.)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya mengucapkan syukur dengan lisan, tetapi juga mengekspresikannya melalui sujud kepada Allah.
Di era digital, ketika mendapatkan rezeki, lulus ujian, memperoleh pekerjaan, sembuh dari sakit, atau berhasil mencapai impian, banyak orang lebih dulu membuka kamera atau media sosial.
Tidak ada yang salah dengan berbagi kebahagiaan. Namun, akan jauh lebih indah jika kebahagiaan itu diawali dengan bersujud kepada Allah SWT.
Sujud syukur mengingatkan kita bahwa:
Semuanya adalah karunia Allah SWT.
Semakin sering kita bersyukur, semakin dekat pula hubungan kita dengan Allah. Hati menjadi lebih tenang, tidak mudah sombong, dan selalu merasa cukup.
Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.'”
(QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sebab bertambahnya nikmat.
Ketika seseorang selalu mengingat Allah setiap memperoleh keberhasilan, ia akan menyadari bahwa semua pencapaiannya merupakan anugerah, bukan semata hasil kemampuannya.
Inilah yang membuat sujud syukur menjadi benteng dari sifat ujub dan takabur.
Tidak harus menunggu mendapatkan rezeki yang sangat besar. Sujud syukur dapat dilakukan ketika:
Semua nikmat itu layak disambut dengan sujud kepada Allah SWT.
Banyak orang rajin berdoa ketika menghadapi kesulitan. Namun ketika doa dikabulkan, rasa syukur sering kali hanya berhenti di ucapan.
Mulai hari ini, biasakan meluangkan beberapa detik untuk bersujud setiap kali Allah memberikan nikmat. Amalan sederhana ini dapat menjadi bukti bahwa kita benar-benar mengakui kebesaran-Nya.
Semoga kita termasuk hamba yang pandai bersyukur, sehingga Allah terus melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Artinya:
“Ya Allah, bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”
(HR. Abu Dawud No. 1522 dan An-Nasa’i No. 1303)
Semoga setelah membaca artikel ini, kita tidak lagi melewatkan sujud syukur setiap kali Allah SWT melimpahkan nikmat kepada kita. Karena terkadang, satu sujud yang dilakukan dengan penuh keikhlasan lebih bermakna daripada panjangnya ungkapan syukur yang hanya diucapkan di lisan.
Artikel ini mengingatkan kita bahwa masih ada satu sujud yang sering terlupakan, yaitu sujud syukur. Sujud yang lahir dari hati yang menyadari betapa banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan.
Salah satu wujud nyata dari rasa syukur adalah berzakat, berinfak, dan bersedekah. Sebab, harta yang kita miliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga terdapat hak saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Jangan biarkan rasa syukur hanya berhenti di lisan atau di atas sajadah. Wujudkan syukur itu melalui aksi nyata yang mampu menghadirkan senyum, harapan, dan kehidupan yang lebih baik bagi sesama.
Mari salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Sukabumi.
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :