Tahukah Anda? Tidak Semua Orang Paham Cara Sujud Tilawah yang Benar
Pernahkah Anda membaca ayat sajdah saat tilawah Al-Qur’an, tetapi bingung apakah harus langsung bersujud? Ternyata, masih banyak umat Islam yang belum memahami tata cara Sujud Tilawah dengan benar. Ada yang melewatkannya karena tidak tahu hukumnya, ada pula yang ragu kapan sujud dilakukan dan bagaimana bacaan yang dianjurkan. Padahal, Sujud Tilawah merupakan salah satu sunnah Rasulullah ﷺ ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an.
Dengan memahami tata cara Sujud Tilawah sesuai tuntunan syariat, kita dapat menyempurnakan adab dalam berinteraksi dengan firman Allah SWT sekaligus menambah pahala dalam setiap tilawah yang kita lakukan.

Berikut versi artikel yang telah diperluas menjadi lebih dari 600 kata dengan bahasa yang lebih mengalir, tetap sesuai dengan tema Islami, serta cocok untuk artikel website BAZNAS.
Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika seorang Muslim membaca atau mendengar ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Sujud ini merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) oleh mayoritas ulama sebagai wujud ketundukan, pengagungan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika ayat sajdah dibaca, seorang Muslim dianjurkan untuk meresponsnya dengan sujud sebagai bentuk pengamalan terhadap kandungan ayat tersebut, bukan sekadar membacanya dengan lisan.
Sujud Tilawah mengajarkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga direnungkan, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sujud ini, seorang Muslim menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah SWT dan mengakui kebesaran-Nya. Meskipun hukumnya tidak wajib, menghidupkan sunnah ini merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Al-Qur’an dan teladan Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ senantiasa memberikan contoh kepada para sahabat untuk melaksanakan Sujud Tilawah ketika membaca ayat sajdah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap ayat Al-Qur’an memiliki makna yang mendalam dan layak direspons dengan penuh keimanan serta ketundukan.
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّورَةَ فِيهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ
“Rasulullah ﷺ pernah membaca suatu surah yang di dalamnya terdapat ayat sajdah, lalu beliau bersujud dan kami pun ikut bersujud bersama beliau.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dalil yang sangat kuat bahwa Sujud Tilawah merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Para sahabat pun mengikuti beliau tanpa ragu, yang menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki keutamaan besar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sujud Tilawah dilakukan ketika seorang Muslim:
Di dalam Al-Qur’an terdapat 15 ayat sajdah yang tersebar di beberapa surah, di antaranya Surah Al-A’raf, Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Isra’, Maryam, Al-Hajj, Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah, Shad, Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, dan Al-‘Alaq. Ketika sampai pada ayat-ayat tersebut, seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan Sujud Tilawah apabila memungkinkan.
Apabila sedang berada di tempat yang tidak memungkinkan untuk bersujud, seseorang dapat menundanya hingga menemukan tempat yang lebih layak. Yang terpenting adalah tetap menjaga adab terhadap Al-Qur’an dan tidak meremehkan sunnah yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ.
Pelaksanaan Sujud Tilawah cukup sederhana dan tidak serumit salat. Berikut tata caranya:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
“Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, yang membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Setelah selesai sujud, bangkit kembali tanpa tasyahud maupun salam apabila dilakukan di luar salat. Adapun jika Sujud Tilawah dilakukan ketika salat, maka setelah bangkit dari sujud langsung melanjutkan bacaan salat sebagaimana biasa.
Sujud Tilawah merupakan bukti nyata kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT. Dengan bersujud ketika membaca ayat sajdah, seorang Muslim memperlihatkan kepatuhan terhadap firman Allah sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Selain menjadi bentuk ibadah yang berpahala, Sujud Tilawah juga membantu menumbuhkan rasa khusyuk saat membaca Al-Qur’an. Setiap ayat yang dibaca tidak hanya berhenti sebagai bacaan, tetapi menjadi pengingat agar hati semakin dekat kepada Allah SWT. Kebiasaan menghidupkan sunnah ini juga akan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menjadikan tilawah lebih bermakna.
Semakin sering seseorang membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, semakin besar pula peluang baginya untuk memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Membaca Al-Qur’an, melaksanakan Sujud Tilawah, memperbanyak zikir, serta mengerjakan berbagai amal saleh merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, jangan lupakan ibadah sosial yang juga sangat dicintai Allah, yaitu zakat, infak, dan sedekah.
Melalui zakat, kita membersihkan harta sekaligus membantu mereka yang membutuhkan. Melalui infak dan sedekah, kita menghadirkan kebahagiaan bagi kaum dhuafa, anak yatim, serta masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Setiap harta yang dikeluarkan dengan penuh keikhlasan tidak akan mengurangi rezeki, bahkan Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda.
Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi, lembaga resmi yang amanah, profesional, dan terpercaya dalam mengelola dana umat. Dana yang Anda titipkan akan disalurkan untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak saudara kita yang membutuhkan.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah sekarang melalui:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, mengamalkan sunnah Rasulullah ﷺ, menjaga hati dengan ibadah yang ikhlas, serta dimudahkan untuk berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Semoga setiap amal yang kita lakukan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Untuk melihat artikel Islami lainnya, KLIK DI SINI.