Di tengah kesibukan dan pencapaian yang terus bertambah, banyak orang mengira bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh kerja keras, kecerdasan, relasi, atau strategi bisnis yang matang. Namun, jika kita melihat lebih dekat kehidupan para ulama, pemimpin, pengusaha Muslim, hingga tokoh-tokoh inspiratif, ada satu amalan yang sering mereka jaga dengan penuh istiqamah: salat tahajud.
Mengapa demikian? Apa istimewanya tahajud sehingga banyak orang sukses tetap meluangkan waktu untuk bangun di sepertiga malam terakhir? Ternyata, tahajud bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Di balik keheningan malam, tersimpan kekuatan spiritual yang mampu mengubah hidup seseorang.
Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’: 79)
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud merupakan salah satu jalan menuju kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Kesuksesan sering kali membawa tanggung jawab yang besar. Banyak keputusan penting harus diambil setiap hari. Dalam kondisi seperti ini, ketenangan hati menjadi kebutuhan utama.
Saat tahajud, seseorang bermunajat langsung kepada Allah SWT. Ia mencurahkan segala kegelisahan, harapan, dan doa kepada Zat Yang Maha Mengatur kehidupan.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketenangan inilah yang membuat seseorang mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijaksana.
Bangun di sepertiga malam bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan komitmen, kesungguhan, dan pengorbanan.
Orang yang mampu menjaga tahajud secara istiqamah biasanya juga memiliki disiplin tinggi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karakter inilah yang sering menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan.
Salah satu alasan banyak orang menjaga tahajud adalah karena waktu malam merupakan saat yang sangat mustajab untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tidak heran jika banyak orang menjadikan tahajud sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat.
Semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin besar pula godaan untuk merasa hebat. Tahajud mengajarkan bahwa segala keberhasilan hakikatnya berasal dari Allah SWT.
Ketika seseorang bersujud dalam gelapnya malam, ia menyadari bahwa dirinya hanyalah hamba yang lemah dan membutuhkan pertolongan-Nya.
Orang yang rajin tahajud akan lebih mudah mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah. Rasa syukur ini membuat hidup terasa lebih berkah dan bahagia.
Banyak ulama menjelaskan bahwa ketaatan kepada Allah menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan rezeki. Bukan sekadar banyaknya harta, tetapi juga ketenangan, kesehatan, keluarga yang harmonis, dan kemudahan dalam berbagai urusan.
Kesuksesan yang sejati bukan hanya diukur dari jabatan, kekayaan, atau popularitas. Kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu meraih keberhasilan dunia tanpa melupakan hubungan dengan Allah SWT.
Tahajud mengajarkan keseimbangan tersebut. Di saat banyak orang masih terlelap, seorang hamba bangun untuk memohon petunjuk, kekuatan, dan keberkahan dari Rabb semesta alam.
Mulailah dari yang ringan. Tidak harus langsung panjang. Dua rakaat yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah lebih baik daripada banyak tetapi tidak berkelanjutan.
Selain memperbanyak ibadah malam, salah satu amalan yang juga mendatangkan keberkahan adalah zakat, infak, dan sedekah. Harta yang kita miliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Bayangkan, ketika Anda bangun tahajud mendoakan keberkahan rezeki, lalu pada siang harinya menyalurkan sebagian harta untuk membantu fakir miskin, anak yatim, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat. Insya Allah, keberkahan akan semakin luas dirasakan.
Jangan biarkan kesuksesan berhenti pada diri sendiri. Jadikan kesuksesan Anda sebagai jalan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui:
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :