8 Provinsi, 1 Tujuan: BAZNAS Rajut Keadilan Ekonomi lewat Zakat
Zakat bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam. Di tangan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi kekuatan untuk mengurangi kesenjangan, membuka peluang usaha, dan membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. Inilah semangat yang terus dikembangkan BAZNAS melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi di berbagai daerah.
Salah satunya melalui pengembangan Zakat Community Development (ZCD) yang ditargetkan menjangkau 11 kabupaten/kota di 8 provinsi. Program ini menggabungkan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan untuk membangun kemandirian masyarakat.
Kesenjangan ekonomi bukan hanya persoalan angka. Di baliknya ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan, pelaku usaha kecil yang kekurangan modal, hingga masyarakat yang memiliki potensi tetapi belum mendapatkan kesempatan.
Zakat hadir untuk menjadi salah satu jalan keluar.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 7:
كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ
“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.”
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya distribusi harta agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Zakat yang dikelola secara produktif dapat membantu mustahik bukan hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga membangun masa depan.
BAZNAS mengembangkan berbagai pendekatan seperti pendampingan usaha mikro, pemberian dukungan usaha, pengembangan komunitas, hingga penguatan potensi ekonomi lokal. Program ZCD, misalnya, dirancang untuk mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan aspek kehidupan lainnya.
Ketika seorang penerima zakat mendapatkan modal usaha dan pendampingan, manfaatnya dapat berkembang. Usaha yang bertumbuh berarti ada pendapatan yang lebih baik, kebutuhan keluarga yang lebih terjaga, bahkan peluang bagi terciptanya pekerjaan baru.
Inilah yang membuat zakat memiliki potensi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi.

Program pemberdayaan berbasis komunitas menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Setiap daerah memiliki potensi berbeda. Ada masyarakat yang memiliki keterampilan usaha, sumber daya pertanian, perdagangan kecil, kerajinan, maupun potensi ekonomi lokal lainnya.
BAZNAS berupaya mengembangkan potensi tersebut agar zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Dalam laporan dampak program ekonomi 2025, BAZNAS RI mencatat program ekonominya telah membantu ribuan mustahik melewati setidaknya satu standar kemiskinan.
Contoh lainnya adalah pengembangan usaha ritel mikro melalui program Zmart. Program ini ditujukan untuk memperkuat usaha kecil milik mustahik, termasuk warung yang dikelola masyarakat.
Artinya, zakat dapat menjadi awal perjalanan dari penerima bantuan menjadi pribadi yang lebih mandiri.
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya zakat dalam Islam. Dalam hadits tentang pengutusan Mu’adz ke Yaman, Rasulullah SAW bersabda:
فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
“Beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan sedekah (zakat) atas harta mereka, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menggambarkan salah satu fungsi sosial zakat: membantu memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkan.
Bayangkan jika zakat yang kita tunaikan bukan hanya membantu seseorang bertahan hari ini, tetapi juga menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan keterampilan, memenuhi kebutuhan keluarga, dan menciptakan kehidupan yang lebih mandiri.
Satu zakat mungkin terlihat sederhana. Namun ketika dikumpulkan dan dikelola dengan amanah, dampaknya dapat menjangkau banyak kehidupan.
Melalui BAZNAS, zakat dapat disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat dan diarahkan pada program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Delapan provinsi boleh berbeda kondisi dan potensinya. Namun tujuannya sama: membangun masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera melalui zakat.
Kini saatnya kita mengambil bagian.
Tunaikan zakat melalui BAZNAS dan jadikan sebagian harta yang kita miliki sebagai jalan hadirnya harapan bagi mereka yang membutuhkan. Karena zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan kesempatan untuk bangkit.