Ironi Zakat: Ketika 26 Juta Mustahik Masih Terjebak dalam Kemiskinan
Ironi zakat kembali menjadi pertanyaan besar ketika potensi zakat Indonesia begitu besar, tetapi persoalan kemiskinan masih nyata di tengah masyarakat. BAZNAS memperkirakan potensi zakat nasional mencapai sekitar Rp327 triliun, sementara realisasi penghimpunannya masih jauh dari potensi tersebut.
Di sisi lain, data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 masih mencapai 23,36 juta orang, atau 8,25 persen dari penduduk Indonesia.
Angka tersebut memang tidak sama dengan jumlah mustahik karena mustahik mencakup kelompok penerima zakat sesuai ketentuan syariat. Namun, kondisi ini tetap menunjukkan bahwa masih ada jutaan masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat keluar dari kesulitan ekonomi.
Lalu, mengapa ironi zakat ini masih terjadi?
Sebagian masyarakat sudah terbiasa menunaikan zakat fitrah, tetapi pemahaman mengenai zakat maal, zakat penghasilan, dan kewajiban zakat lainnya belum sepenuhnya merata.
Padahal, zakat bukan sekadar bentuk kedermawanan. Zakat merupakan kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi syarat. Ketika zakat ditunaikan, harta tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Potensi Rp327 triliun menunjukkan betapa besarnya kekuatan zakat sebagai instrumen ekonomi umat. Namun, BAZNAS mencatat realisasi penghimpunan masih jauh di bawah potensi tersebut.
Jika penghimpunan meningkat dan dikelola secara amanah, profesional, serta tepat sasaran, zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
Memberikan makanan kepada keluarga yang kelaparan sangat penting. Membantu biaya kesehatan juga merupakan bentuk kepedulian yang nyata.
Namun, persoalan kemiskinan tidak selalu selesai dengan bantuan sesaat.
Zakat juga perlu diarahkan pada pemberdayaan ekonomi, seperti modal usaha, pelatihan keterampilan, akses pasar, pendidikan, dan pendampingan. BAZNAS sendiri menempatkan pemberdayaan sebagai bagian penting agar mustahik dapat berkembang menjadi lebih mandiri.
Allah SWT berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Zakat membersihkan harta orang yang menunaikannya dan menghadirkan manfaat bagi penerimanya.

Ironi zakat seharusnya tidak membuat kita kehilangan harapan. Justru, kondisi ini menjadi pengingat bahwa masih ada potensi besar yang dapat dioptimalkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa melapangkan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)
Bayangkan ketika zakat yang kita tunaikan berubah menjadi makanan bagi keluarga yang kelaparan, biaya sekolah bagi anak dhuafa, pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan, atau modal bagi seseorang untuk memulai usaha.
Dari situlah zakat bukan hanya menjadi angka, tetapi menjadi jalan perubahan kehidupan.
Membayar zakat melalui lembaga pengelola zakat yang resmi dan terpercaya dapat membantu memastikan dana dikelola secara terarah dan disalurkan melalui program yang sesuai kebutuhan mustahik.
Hari ini, mungkin zakat yang kita keluarkan terasa kecil dibandingkan besarnya persoalan kemiskinan. Tetapi bagi seseorang yang sedang kesulitan, zakat tersebut bisa menjadi awal dari sebuah perubahan besar.
Jangan biarkan ironi zakat berhenti sebagai sebuah berita atau angka statistik.
Tunaikan zakat Anda. Salurkan infak dan sedekah terbaik Anda. Jadilah bagian dari gerakan yang membantu mustahik bangkit, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Karena ketika satu orang terbantu, satu keluarga bisa kembali berharap. Dan ketika semakin banyak orang peduli, semakin besar pula peluang untuk memutus rantai kemiskinan.
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :