Ada Satu Hal yang Sering Dilupakan Setelah Kita Mendapat Rezeki…
Mendapat rezeki tentu menjadi kabar yang membahagiakan. Gaji bertambah, usaha mulai berkembang, pesanan semakin ramai, atau tiba-tiba mendapatkan peluang yang tidak pernah disangka. Biasanya, kita langsung memikirkan apa yang ingin dibeli, rumah apa yang ingin diperbaiki, atau kebutuhan apa yang selama ini tertunda.
Namun, ada satu hal yang sering dilupakan setelah kita mendapat rezeki: bersyukur dengan cara berbagi.
Padahal, rezeki bukan hanya tentang apa yang masuk ke dalam rekening. Rezeki juga merupakan amanah. Di dalamnya ada hak orang lain yang membutuhkan, ada kesempatan untuk membantu, dan ada peluang untuk menjadikan harta lebih bernilai di hadapan Allah.
Allah SWT mengingatkan bahwa syukur bukan sekadar mengucapkan Alhamdulillah. Syukur juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat untuk kebaikan.
Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.’”
QS. Ibrahim: 7
Ayat ini mengajarkan bahwa nikmat seharusnya membawa kita semakin dekat kepada Allah.
Ketika rezeki bertambah, mungkin kita bisa membeli sesuatu yang lebih baik. Tetapi ada kebahagiaan lain yang nilainya jauh lebih besar: melihat orang lain tersenyum karena sebagian rezeki kita.
Bisa jadi bagi kita, Rp50.000 hanyalah sebagian kecil dari penghasilan. Namun bagi seorang anak yatim, keluarga prasejahtera, lansia, atau seseorang yang sedang menghadapi kesulitan, jumlah tersebut bisa berarti makan hari ini, biaya sekolah, atau kebutuhan yang sangat mendesak.
Di situlah sedekah menjadi istimewa.

Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah, “Kalau terlalu banyak bersedekah, nanti harta saya berkurang.”
Islam justru mengajarkan keyakinan yang berbeda.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.”
HR. Muslim No. 2588
Sedekah bukan sekadar mengeluarkan uang. Ia adalah bentuk kepercayaan kepada Allah bahwa apa yang diberikan di jalan kebaikan tidak akan sia-sia.
Hari ini mungkin kita sedang berada dalam keadaan berkecukupan. Kita bisa makan dengan nyaman, membayar kebutuhan keluarga, dan menikmati hasil kerja keras.
Tetapi di luar sana, masih ada saudara kita yang harus memilih antara membayar kebutuhan pendidikan atau membeli makanan.
Ada anak-anak yang membutuhkan perlengkapan sekolah. Ada keluarga yang membutuhkan bantuan pangan. Ada lansia yang hidup seorang diri. Ada masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat kembali mandiri.
Rezeki yang kita miliki bisa menjadi jalan hadirnya harapan bagi mereka.
Harta yang kita simpan mungkin hanya memberi manfaat kepada diri sendiri.
Tetapi harta yang kita salurkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat berubah menjadi makanan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan kemanusiaan.
Inilah mengapa setelah mendapatkan rezeki, jangan hanya bertanya:
“Apa yang bisa saya beli?”
Sesekali tanyakan juga:
“Siapa yang bisa saya bahagiakan dengan rezeki ini?”
Sering kali kita berpikir akan bersedekah ketika sudah memiliki banyak uang.
Padahal, kebaikan tidak harus menunggu kaya.
Sedekah dapat dimulai dari nominal yang sederhana, dilakukan secara rutin dan ikhlas. Yang terpenting bukan hanya jumlahnya, tetapi ketulusan dan kebermanfaatannya.
Allah telah memberikan kita rezeki dengan bentuk yang berbeda-beda. Maka, sudah selayaknya sebagian dari rezeki tersebut kita kembalikan dalam bentuk kebaikan.
Jika hari ini Allah memberikan rezeki lebih, jangan lupa satu hal: mungkin di dalam rezeki tersebut ada kesempatan untuk membantu seseorang yang sedang berdoa agar pertolongannya datang.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya berbagi harta. Kita ikut menghadirkan harapan, meringankan beban, dan membantu saudara-saudara kita mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Jangan biarkan rezeki hanya berhenti di tangan kita. Biarkan sebagian mengalir menjadi kebaikan.
Mari tunaikan zakat dan salurkan infak atau sedekah melalui BAZNAS Kota Sukabumi agar kebaikan yang kita berikan dapat dikelola dan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Karena bisa jadi, rezeki yang hari ini kita syukuri adalah jawaban atas doa orang lain yang sedang menanti.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui :
https://kotasukabumi.baznas.go.id/bayarzakat
Konfirmasi ZIS: 081111112807
Artikel Lainnya :